Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Curah Hujan

Hujan di Tahun 2020 Terparah Sepanjang 24 Tahun Terakhir, Indonesia Hadapi Fenomena Yang Cukup Besar

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah menghadapi fenomena yang cukup besar, yakni akan munculnya cold surge atau seruak dingin dari Laut Cina Selatan

Tayang:
TribunPalu
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hujan yang terjadi memasuki tahun 2020 adalah yang terparah dari sebelumnya. Hal itu diungkapkan oleh Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Doni Monardo menyebut curah hujan saat ini merupakan yang terparah selama lebih dari dua dekade.

Tingginya curah hujan sejak malam pergantian tahun 2019 menuju 2020 di wilayah Jabodetabek memang menyebabkan banjir di Jakarta dan kota penyangga di sekitarnya.

"Kalau kita lihat dari data-data sebelumnya, mungkin ini termasuk (curah hujan) yang tertinggi (selama) 24 tahun terakhir," ujar Doni, di Gedung BPPT 2, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020) sore.

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah menghadapi fenomena yang cukup besar, yakni akan munculnya cold surge atau seruak dingin dari Laut Cina Selatan.

Kemunculan cold surge ini akan berdampak pada tingginya intensitas curah hujan pada sejumlah daerah di tanah air.

"Betapa kita menghadapi sebuah fenomena yang luar biasa," jelas Doni.

Saat ini, pemerintah melalui BNPB, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (AU) tengah melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Operasi tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) di bawah kendali BPPT.

Sebanyak 22 ton garam atau Natrium Klorida (NaCl) digunakan sebagai bahan semai pada potensi awan hujan yang ada agar hujan jatuh di wilayah lain sebelum sampai ke wilayah Jabodetabek.

Seperti yang disampaikan Kepala BPPT Hammam Riza pada kesempatan yang sama.

"Kami sudah siapkan 22 ton bahan semai dan segera ditambah lagi stoknya," ujar Hammam.

Dalam upaya untuk melakukan penyemaian garam pada potensi awan hujan, ada empat sorti penerbangan yang dilakukan setiap harinya.

Langkah ini dilakukan agar penyemaian awan bisa dilakukan secara optimal, sehingga air hujan nantinya jatuh sebelum mencapai wilayah Jakarta dan kota penyangga di sekitarnya.

Sementara itu, TNI AU telah menyediakan armadanya untuk kembali dipinjamkan pada operasi TMC.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved