RHK Sabtu 28 Desember 2019

RENUNGAN - Baptisan Yesus

YOHANES Pembaptis adalah utusan Allah yang mendahului kelahiran Tuhan Yesus untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.

RENUNGAN - Baptisan Yesus
WWW.THOUGHTCO.COM
Renungan 

Markus 1:8
YOHANES Pembaptis adalah utusan Allah yang mendahului kelahiran Tuhan Yesus untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. Dia menyerukan di padang gurun agar Jalan diluruskan bagi kedatangan Sang Mesias.

ilustrasi
ilustrasi ()

Semua umat harus bertobat menyambut kedatangan Sang Raja Damai. Sebagai tanda pertobatan adalah, mereka dibaptis oleh Baptisan Yohanes.

Jadi, baptisan Yohanes di Sungai Yordan itu adalah baptisan pertobatan. Umat Tuhan ketika itu diserukan agar bertobat dan memberi diri dibaptis supaya diampuni Allah dan diselamatkan.

Namun demikian, Yohanes Pembaptis memberitakan bahwa akan datang dan sudah datang, Dia yang lebih berkuasa dan maha kuasa yang akan membaptis semua umat manusia dengan Roh Kudus. Dialah Tuhan Yesus, Sang Raja Damai dan Juruselamat dunia, yakni Sang Putera Natal.

Di Wajah Pelaku Yang Teriak Tak Ada Raut Emosi, Diungkap Pakar Ekspresi dan Gestur Handoko Gani

Ashanty Menangis Tak Siap Jika Aurel Hermansyah Harus Menikah Muda, Hubungan Aurel Tak Direstui?

Aktor Bollywood Kushal Punjabi Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Catatan Satu Setengah Halaman

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." (ay 8)

Inilah pengakuan dan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus. Kalau dia (Yohanes) membaptis umat Tuhan dengan air, maka Tuhan Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus. Ketika kita dibaptis dengan Roh Kudus, maka Roh Kudus akan terus tinggal di dalam kita selamanya.

Inilah perbedaan baptisan Yohanes dengan baptisan Yesus. Baptisan Yohanes adalah untuk pertobatan, tetapi baptisan Yesus adalah untuk penebusan dan keselamatan serta kehidupan kekal umat Allah.

Baptisan oleh Yesus dipahami sebagai baptisan yang dilakukan melalui pengorbanan dan kematian-Nya di atas Kayu Salib. Dia tersiksa dan mati mengerikan serta diperlakukan dengan tidak berperikemanusiaan, adalah dalam rangka menebus kita dari dosa dan menyelamatkan kita dari hukuman serta menjamin kehidupan kita dalam kekekalan bersama Tuhan Yesus di sorga baka.

Jadi baptisan Kristus adalah baptisan tentang keselamatan dan kehidupan baik di dunia maupun di sorga. Kita menerima kasih karunia, pemeliharaan dan berkat, rahmat serta anugerah Kristus selama di dunia dan akan kita nikmati sampai kehidupan yang tiada berbatas bersama Allah kita.
Ini akan terjadi bagi setiap orang yang percaya kepada Allah dan yang mau mengikuti Tuhan Yesus dengan sungguh tanpa sungut, meski harus menderita, berkorban dan dikorbankan.
Percayalah kepada Tuhan Yesus. Sebab hanya Dialah Jalan menuju kepada Bapa di Sorga. _Kata Yesus: "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)_

Demikian dengan baptisan yang berlaku juga dewasa ini adalah tanda, simbol dan meterai Allah bagi setiap orang percaya. Artinya, ketika dibaptis dengan cara sesuai dengan iman, doktrin dan kepercayaan kita, maka kita masuk menjadi keluarga Kerajaan Allah. Kita pun akan berada dalam meterai dan lindungan cinta kasih Allah.

Ketika kita dibaptis, kita adalah keluarga Allah. Sebagai keluarga Allah, kita akan menerima keselamatan, perlindungan, pemeliharaan dan berkat Tuhan. Semuanya hanya karena kasih dan anugerah-Nya bagi kita.

Yohanes 3:6 berkata: _"Karena begitu besar kaaih Allah akanbdunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."_

Karena itu, sebagai keluarga Kristen yang sudah dimeteraikan oleh darah Kristus, menjadi keluarga Kerajaan Allah, kita harus benar-benar mempraktikan cara hidup yang berkenan kepada Allah dan menyenangkan serta memuliakan Dia.

Di penghujung tahun 2019 ini, marilah kita terus hidup berkenan kepada Allah, bersaksi, bersekutu dan melayani lebih sungguh lagi untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Amin

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang tiada berkesudahan. Tolonglah kami agar terus hidup berkenan kepada-Mu. Amin

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved