Rabu, 13 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal

Setiap Jelang Natal Anak-anak Panti Asuhan Berdoa Minta Mujizat, Simak Apa Yang Terjadi

Mujizat natal. Hal itu ada dan nyata jikalau menyimak kehidupan anak-anak panti asuhan Amazia Desa Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur Rompis
Anak anak panti asuhan Amazia Desa Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong. 

"Papa sudah tidak ada kemudian saya dititip di sini karena kami sangat miskin, ibu sekarang bekerja di Dumoga," kata dia.

Setiap hari natal, ia bertemu ibunya. Dalam suasana prihatin, keduanya bertemu. Tak lama. Tapi bermakna. "Saya senang sekali," kata dia.

Dari pengalaman hidupnya yang papah dan menderita, bangkit perasaan untuk menunjukkan jalan bahagia kepada dunia.

Baginya bahagia adalah menerima yang pahit dengan mengucap syukur dan memberi yang manis dengan sukacita.

"Saya ingin jadi Gembala," kata dia.

Susye Wowor pengurus panti asuhan mengatakan, di hari natal, anak anak panti dibebaskan pesiar.

"Ada yang kembali dengan orang tuanya, ada yang tinggal di sini," beber dia.

Ia berupaya keras agar para anak panti ini memperoleh hadiah natal. Dirinya berdoa dan berpuasa agar hal itu terpenuhi.

"Sebagai anak mereka sangat mendambakan itu, saya selalu berusaha," kata dia.

Mujizat sering terjadi. Jelang natal selalu ada donatur yang membantu.

"Puji Tuhan pertolongan Tuhan selalu datang tepat waktunya," kata dia.

Namun jika Tuhan menghendaki lain, ia dan penghuninya menerima itu sebagai bentuk lain kasih Tuhan.

"Yang penting kami saling mengasihi," kata dia.

Sebutnya, ada 46 anak di panti asuhan tersebut.

"Ada yang memang sudah yatim piatu, ada yang broken home, ada pula yang masalah ekonomi," kata dia.

Sebut dia, anak anak panti asuhan dididik secara kristen.

Mereka dibiasakan berdoa, berpuasa serta memuji Tuhan.

"Bangun pagi, pukul setengah lima mereka berdoa dan saling mendoakan, kemudian ke sekolah, pulang sekolah bersih bersih, belajar kemudian beribadah dan berdoa kembali," kata dia.

Menurutnya, mengurus anak panti cukup sulit. Para pendidik harus bertindak layaknya psikolog.

"Mereka ada yang aktif, ada pula yang pasif, ada yang suka cari perhatian, ada yang suka ngarang," kata dia sambil tertawa.

Dikatakannya hasil pembinaan kepada para penghuni panti terlihat dari terbentuknya grup musik. Grup ini kerap mengisi acara di gereja maupun pemerintahan.

"Harapan kami mereka mampu menjadi anak yang baik dan bisa mewujudkan cita citanya," kata dia. (art)

Libur Natal di Rumah Saja? Tonton 7 Film Kocak Bertema Natal Berikut Ini

 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved