Natal
Setiap Jelang Natal Anak-anak Panti Asuhan Berdoa Minta Mujizat, Simak Apa Yang Terjadi
Mujizat natal. Hal itu ada dan nyata jikalau menyimak kehidupan anak-anak panti asuhan Amazia Desa Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
"Hanya itu yang bisa kami lalukan dan puji Tuhan selalu ada mujizat," katanya.
Terbayang Orang Tua
Bayangkanlah, natalan tanpa orang tua. Jauh dari sanak saudara. Tanpa semua yang indah bagi seorang anak: baju baru, makan enak atau pesiar ke mall.
Pastinya berat. Inilah yang dialami anak - anak panti asuhan Amazia di Desa Sauk, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, saat hari natal.
Hari natal mereka jalani dalam kerinduan pada orang tua dalam imajinasi tentang kemewahan natal seperti di film.
Meski demikian, merekalah pelakon sesungguhnya dari keajaiban natal.
Bukan keajaiban natal versi sutradara hollywood seperti munculnya peri yang baik hati di malam natal.
Tapi keajaiban berupa hati yang mensyukuri.
Hati yang mampu menerima kepahitan dan mau memberi yang manis bagi dunia.
"Saya tak pernah menyesal dilahirkan. Saya ingin memberi sesuatu bagi dunia ini," kata Alfa Timbowo, salah satu penghuni panti.
Dia buta sejak lahir. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Seluruh hidup dilewatinya di panti asuhan.
"Sejak lahir saya hanya melihat gelap," katanya.
Alfa kerap jadi sasaran bully. Frustasi dan nelangsa, ia kemudian menemukan jalan hidup.
"Di panti asuhan di Manado ada keyboard, saya iseng iseng main dan ternyata saya berbakat di musik. Dalam keadaan buta saya bisa lebih peka terhadap nada," kata dia.
Ia pun menjelma menjadi seorang musisi. Undangan manggung pun berdatangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anak-anak-panti-asuhan-amazia-desa-sauk-kecamatan-lolak-kabupaten-bolmong.jpg)