News

MEGAWATI Usul Perempuan Jadi Panglima TNI, Eriko Sotarduga Sebut Menonjol hingga Ucap Yenny Wahid

Diberitakan sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menilai perempuan dapat menempati jabatan tinggi dalam pemerintahan, termasuk sebagai panglima TNI.

Tribun Jabar - Tribunnews.com
Megawati Kembali terpilih jadi Ketua Umum PDIP 

Persyaratan rekrutmen yang mengharuskan taruni masih perawan dinilai bermasalah oleh Muradi.

"Yang kedua di internal TNI sendiri budayanya masih patriarkis. Artinya, masih laki-laki banget," katanya.

Meskipun di berbagai satuan militer di banyak negara juga masih seperti itu, bentuk kepemimpinan dapat memengaruhi budaya kerjanya.

Oleh karena itu, penting bagi perempuan dapat mulai menduduki jabatan di militer.

"Yang ketiga adalah seberapa penting political policy ini dilakukan. Kalau kita berhitung, sekarang sudah ada hampir lima belas sampai tiga puluh bintang satu yang perempuan di Angkatan Darat," lanjutnya.

"Tapi kebanyakan mereka jadi back desk. Jadi auditor, jadi humas, dan sebagainya. Bukan pegang pasukan."

Maka dari itu, Muradi berpendapat sudah model rekrutmen nonakademi seperti yang dilakukan saat ini merupakan suatu terobosan.

Megawati Soekarnoputri, Putri Presiden RI pertama Soekarno Hatta
Megawati Soekarnoputri, Putri Presiden RI pertama Soekarno Hatta (Tangkapan Layar KompasTV)

Terkait kemampuan strategis perempuan sebagai panglima, Muradi tidak mengkhawatirkan hal tersebut.

Menurutnya, dalam proses pengangkatan menjadi panglima, sudah ada tahapan-tahapan yang dilalui.

"Sebelum dia mencapai panglima itu 'kan ada tahapan. Misalnya di TNI-AD ada Dandim, Danrem, Pangdam, Kasat, dan sebagainya," katanya.

"Kalau dia sudah melalui lompatan itu, saya kira tidak masalah."

Muradi juga mengingatkan di masa mendatang bentuk perang akan berbeda karena akan lebih banyak melibatkan perang teknologi.

"Jangan lupa bahwa posisi perang di masa yang akan datang bukan lagi perang yang konvensional," katanya.

"Memang lebih banyak menggunakan strategic thinking, strategic policy, ketimbang pengarahan personil."

Lihat videonya mulai menit ke 00:53

 Usulan Megawati

Diberitakan sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menilai perempuan dapat menempati jabatan tinggi dalam pemerintahan, termasuk sebagai panglima TNI.

Dilansir TribunWow.com dari KompasTV, Megawati menyampaikan pidato pembuka dalam acara yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Minggu (22/12/2019).

Megawati hadir sebagai Ketua BPIP dalam acara bertajuk Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta.

Megawati mengawali pidato pembuka dengan mengajak hadirin mengingat tokoh-tokoh pahlawan perempuan Indonesia.

Menurutnya, peran perempuan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak boleh dianggap kecil.

Megawati mengutip Mahatma Gandhi dalam mengumpamakan hal tersebut.

"Seperti burung tidak akan mungkin bisa terbang tinggi kalau sayapnya itu tidak bisa dikepakkan bersama-sama," kata Megawati.

Disampaikannya, kedua belah sayap tersebut harus dikepakkan bersamaan, seperti peran laki-laki dan perempuan.

Ia lalu menyebutkan nama-nama tokoh pahlawan perempuan, seperti Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika, dan Fatmawati.

Tokoh-tokoh ini adalah bukti peran besar perempuan dalam memberdayakan masyarakat.

Bahkan, papar Megawati, peristiwa kemerdekaan tidak akan terlaksana tanpa Fatmawati yang menjahit bendera kebangsaan.

Megawati juga menilai bahwa konstitusi sudah menjamin kesetaraan bagi setiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan.

Megawati mendorong para ibu untuk membesarkan masing-masing anak laki-laki dan perempuan dengan setara.

"Saya sangat merasa bahagia orang tua saya dua-duanya tidak membedakan anaknya laki dan perempuan. Kami disamakan, diberikan masukan," katanya.

"Bukan karena kamu anak perempuan, kamu harus mengalah kepada kakakmu yang laki. Menghormati, iya. Bukan mengalah."

Megawati menilai masih banyak perempuan ragu-ragu untuk masuk ke dunia politik.

Alasannya adalah politik masih dipandang sebagai dunia laki-laki.

Padahal, politik berdampak secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, termasuk yang dirasakan oleh perempuan.

Saat ini sebesar 30 persen kursi legislatif dikhususkan untuk anggota dewan perempuan.

Namun, sampai saat ini kuota tersebut belum terpenuhi.

Megawati lalu mengajak perempuan mulai terlibat aktif dalam dunia politik.

Ia menyebutkan putrinya, Puan Maharani, sebagai contoh.

Perolehan suara Puan Maharani dalam pemilihan legislatif sebesar 450.000 suara, membuat ia terpilih menjadi Ketua DPR RI secara absolut.

Megawati menutup pidato dengan menyebutkan salah satu tokoh pahlawan perang perempuan, Laksamana Malahayati.

Menurut Megawati, kehebatan Malahayati dapat menjadi contoh bagaimana perempuan dapat berperan besar dalam dunia militer.

"Dia laksamana benar. Dia bukan pakai embel-embel. Dia ikut perang, dan dia memenangkan perang itu," katanya.

"Apakah tidak bangga kita punya Laksamana Malahayati?"

Kemampuan Malahayati tersebut sangat membanggakan.

Maka dari itu, Megawati mengusulkan agar panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat dijabat oleh perempuan.

"Iya, panglima TNI, why not tidak boleh kaum perempuan? Presiden saja sudah, lho. Artinya, ke bawahnya boleh."

Hadirin yang mayoritas terdiri dari perempuan menyambut pernyataan tersebut dengan antusias.

Mereka bertepuk tangan dengan meriah setelah Megawati menutup pidatonya.

Lihat videonya mulai detik ke 00:15

(TribunWow.com/Brigitta)

Tonton:

Editor: Indry Panigoro
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved