Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Ibu

Refleksi Hari Ibu dan Hari Natal: Hawa dan Maria, Perempuan Adalah Penolong yang Sepadan

Sebuh Refleksi Hari Ibu dan Hari Natal: Hai ibu-ibu bertanggungjawablah atas kehidupan anak-anak yang kau lahirkan.

Editor: Aldi Ponge
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selamat Hari Ibu 22 Desember 2019 dan Selamat Menyambut Natal 25 Desember 2019.

Hari Ibu dirayakan berbeda-beda di berbagai negara, Indonesia merayakan tiap 22 Desember.

Hal ini berdasarkan keputusan Presiden Soekarno No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Jadi Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama.

Dalam rangka hari ibu, berikut refleksi Hari Ibu dan Hari Natal yang ditulis Pdt Dr Karolina Augustien Kapahang-Kaunang, Dekan Fakultas Teologi UKIT.

Artikel ini pernah dimuat Tribunmanado.co.id pada 23 Desember 2012 dengan judul Refleksi Hari Ibu dan Hari Natal 2012.

Berikut artikelnya:

Setiap tahun di bulan Desember kita mengingat dan merayakan dua hari yang istimewa bagi kehidupan manusia pada umumnya dan bagi kaum perempuan pada khususnya yaitu Hari Ibu pada tanggal 22 dan Hari Natal Yesus Kristus pada tanggal 25.

Penentuan tanggal yang bersamaan di bulan Desember ini tidak ada hubungan satu dengan yang lain.

Sebagai seorang perempuan yang berteologi dalam konteks, saya coba menyandingkannya dan menghubungkannya.

Dua nama yang menjadi judul refleksi ini sangat popular bagi umat Kristen, ya bagi hidup bergereja selama ini.

Ada pandangan dalam gereja-gereja tentang siapa dan bagaimana perempuan/ibu dan laki-laki/ayah yang dicipta oleh Tuhan Alllah ‘segambar dengan Dia’ (Latin : imago Dei).

Ada pandangan yang memposisikan perempuan yang diperankan oleh Hawa sebagai penyebab kejatuhan manusia dalam dosa. Perempuan dipandang sebagai penggoda.

Penampilan perempuan selalu dikaitkan dengan pandangan sebagai penggoda.

Akibatnya ada banyak aturan etis yang dibangun untuk membatasi penampilan perempuan a.l. kita ingat lahirnya UU Anti Pornografi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved