Polemik Depot Bitung

Petinggi TNI Polri Diterjunkan Pasca Penggembokan Pintu Gerbang Terminal BBM Bitung

Personil polisi berpakaian premen dan berpakaian dinas dinas dari TNI Polri disebar di lokasi, obejk vital tersebut.

Petinggi TNI Polri Diterjunkan Pasca Penggembokan Pintu Gerbang Terminal BBM Bitung
christian wayongkere/tribun manado
Utuasana pembicaraan antara pihak kuasa hukum dan ahli waris serta pertamina bersama aparat TNI Polri dan mobil petugas siaga didepan Terminal Bbm Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan personil gabungan Polri dari Sabhara Polres Bitung, Polsek Maesa, Provost Polda Sulut dan TNI disiagakan di depan Terminal BBM Pertamina Bitung pasca aksi penggembokan pintu gerbang oleh ahli waris Keluarga Simon Tudus, Jumat (20/12/2019).

Satu unit mobil warna putih milik Provost Polda Sulut, satu unit mobil patroli Polsek Maesa dan sejumlah motor patroli diparkir didepan Terminal BBM Pertamina Bitung.

Personil polisi berpakaian premen dan berpakaian dinas dinas dari TNI Polri disebar di lokasi, obejk vital tersebut.

Kehadiran para aparat keamanan, untuk memantau aksi gembok menggunakan rantai besih dan slot di pintu gerbang.

‎Ditempat terpisah di ruangan pimpinan Pertamina sudah hadir Wakapolres Bitung Kompol Marganda Aritonang dan Lettu Inf Julen Kasiaheng Danramil 1310-01 Bitung kembali melakukan nogosiasi dengan pihak kuasa hukum ahli waris dan ahli waris keluarga Simon Tudus.

Tampak hadir di tempat pertemuan, Wakapolsek Maesa Iptu Rudolf Lumandung, Kapolsek Maesa Kompol Elia Maramis dan Intel Kodim 1310 Bitung dan personil Intelkan Polres Bitung.

"Saya jamin aksi ini aman, tidak ada tindakan apa-apa selain penyegelan. Nyawa saya pun akan kami jamin, tapi kalau ada yang berupaya melakukan pencegahan pihak aparat harus menindak," kata satu diantara kuasa hukum ahli waris.

Pihak ahli waris mengatakan sudah berkomunikasi dengan Pertamina pusat untuk menyelesaikan masalah ini, tapi tidak ada kepastian waktu yang tepat.

Sehingga aksi segel masih berlangsung dan terus dilakukan.

"Kalau lahan silakan di permasalahkan, jangan ambil alih properti didalamnya. Kalau ambil lahannya silakan diambil ahli waris," tutur Abdul Wahid Nayu Integreted Terminal Manager Bitung dii ruang kerjanya di PT Pertamina (Persero) Markeiting Operation Region VII Terminal BBM Bitung.

Hingga berita ini diwartakan adu argumen para pihak masih terus berlangsung.(crz)‎

 Dewan Pengawas KPK Dilantik, Jokowi Diingkatkan Soal Janji Perkuat Komisi Anti Rasuah

 RESEP Kue Cornflake Kenari, Cocok Jadi Camilan Saat Natal, Ini Bahan dan Cara Pembuatan

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved