Gunakan Drone, Tanzania Berantas Malaria
Drone bisa terbang dengan kecepatan yang bisa disesuaikan, satu hektar dengan 10 liter cairan bisa disebar dalam tiga menit
TRIBUNMANADO.CO.ID - Melalui drone cairan silikon disebarkan ke genangan air di Zanzibar.
Cairan itu kemudian membentuk lapisan tipis yang akan mencegah telur nyamuk menetas.
Dr Bart Knols, pakar entomologi medis dan pemimpin utama riset dalam Program Eliminasi Malaria Zanzibar, mengatakan, metode ini akan mengurangi secara signifikan jumlah nyamuk pembawa malaria di kawasan itu.
"Lapisan ini akan bertahan selama tiga sampai empat minggu, kemudian akan hancur sendirinya. Lalu, setelah sebulan, pasang lapisan baru di permukaan air supaya bisa mengendalikan nyamuk-nyamuk," kata Bart Knols, mengutip warta Voice of America, Senin (16/12/2019).
Tanpa lapisan gel itu, larva akan menjadi nyamuk dewasa penghisap darah. Ketika nyamuk itu menggigit manusia yang terinfeksi malaria, nyamuk menjadi vektor atau pembawa penyakit dan menularkannya ke orang lain.
Abdula Ally dari Program Eliminasi Malaria Zanzibar mengatakan di Afrika Timur, Zanzibar dan Tanzania telah lama berjuang melawan malaria. Penggunaan drone adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah itu.
• Tahun Ini Masih Mendominasi, 2020 Mendatang Pemerintah Targetkan Bebas Malaria
"Dengan intervensi manual, kami tidak bisa menangani wilayah yang luas, tapi dengan drone berbeda," kata Abdula Ally.
Para pejabat mengatakan penyemprotan dengan drone merupakan cara yang terjangkau untuk mencegah nyamuk bereproduksi.
"Drone bisa terbang dengan kecepatan yang bisa disesuaikan, satu hektar dengan 10 liter cairan bisa disebar dalam tiga menit; kami mengkalkulasi bahwa dalam sejam kami bisa menyemprot delapan hektar," kata Guido Welter, dari Drone untuk Proyek Malaria. Itu setara dengan ukuran delapan lapangan rugby.
• Hasil Penelitian, Sup Ampuh Lawan Malaria
Manajer produk bagi drone DJI Agras, Eduardo Rodriguez, mengatakan drone bisa dioperasikan secara manual, dan bisa juga secara otomatis.
"Drone bisa diterbangkan secara otonom dengan memasukkan koordinat GPS wilayah yang perlu disemprot," kata Eduardo Rodriguez.
Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), Aquatain AMF, produk yang disemprotkan tersebut aman dan efektif apabila digunakan sesuai petunjuk yang tertera di label. (voa)
• KRONOLOGI dan Fakta 3 Anggota Polri Tewas Disambar Petir di Atas Gunung, Cuaca Mendadak Hujan
• Terkejut Kepala Daerah Punya Rekening Kasino hingga Rp 50 M di Luar Negeri, Johan Budi: Usut Tuntas
• Jokowi Takut Ibu Kota Baru Mahal dan Sepi, Jadi Mulai Rancang Begini, Jangan Bergantung Anggaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nyamuk-malaria-ilustrasi_20180312_100135.jpg)