News
Mendikbud Nadiem Makarim Hapus UN Mulai 2021, Arif Rahman Sebut Perlu Ada Standar Kemampuan Minimum
Pengamat pendidikan Arif Rahman Hakim mengapresiasi keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim menghapus UN
"Umpamanya, anak kelas 6 SD. Dia harus punya karakter anak yang disebut remaja awal.Kalau sudah SMA itu sudah remaja, begitu selanjutnya," ucapnya.
• HARBOLNAS - Ada 10 E-Commerce Berikan Promo Menarik Hari Ini, Silakan Cek dan Nikmati Penawarannya
Apa catatan penting dalam yang harus dipersiapkan pemerintah pada masa transisi ini?
Menurut dia, catatan paling penting bagi pemerintah adalah untuk meningkatkan mutu fasilitas pendidikan, guru-guru dan proses pembelajaran yang ada pada anak-anak.
Pemerintah imbuh dia, harus terus meningkatkan kualitas guru-guru yang ada di seluruh Indonesia.
Guru adalah garda terdepan yang akan memastikan program ini tercapai atau tidak.
Selain itu guru pula lah yang akan mengajar anak didik untuk bisa mencapai kemampuan minimum.
"Tidak bisa guru dibiarkan begitu saja. Jumlah guru ada 2,7 jutaan di Indonesia. Itu harus terus mendapatkan pembinaan-pembinaan. Supaya ia bisa memberikan kepada anak-anak, kemampuan minimum yang harus dicapai anak-anak yang jumlahnya 51 juta murid," tegasnya.
Nadiem Pastikan Asesmen Kompetensi Minimum Bakal Berbasis Komputer
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan pelaksanaan program asesmen kompetensi minimum bakal dilaksanakan dengan berbasis komputer.
Menurut Nadiem, secara standar nasional program ini harus berbasis komputer. Program ini menggantikan program Ujian Nasional (UN).
• Cara Ampuh Dapat Promo Murah dan Terbaik di Harbolnas 2019, Dijamin Bukan Jebakan Diskon!
"Sudah pasti ini akan dilaksanakan melalui komputer, itu sudah pasti gak mungkin kita tidak melaksanakan (tanpa berbasis komputer). Apapun dalam standar nasional harus computer based," ujar Nadiem di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).
Meski begitu, Nadiem mengatakan masih ada kendala karena tidak seluruh daerah dapat melakukan program dengan berbasis komputer. Kemendikbud bakal melakukan pembenahan terhadap masalah pada tahun ini
"Jadi itu adalah PR kita untuk memastikan semua murid itu bisa. Karena kan sekarang ada beberapa daerak nggak bisa, jadi itu harus kita tuntaskan tahun ini," tutur Nadiem.
Seperti diketahui, Nadiem akhirnya membeberkan program pengganti ujian nasional (UN).
Nadiem memastikan bahwa program UN akan tetap dilaksanakan pada 2020. Namun, pada 2021 program ini akan digantikan dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.(
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
SUBCRIBE TRIBUN MANADO OFFICIAL
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-nadiem-makarim-535566.jpg)