Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi: Penyerang Novel Diungkap Dalam Hitungan Hari

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima laporan dari Kapolri Jenderal Idham Aziz tentang adanya temuan baru

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima laporan dari Kapolri Jenderal Idham Aziz tentang adanya temuan baru dalam pengusutan kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. Jokowi minta kapolri menemukan pelaku penyerangan secepatnya, yakni hitungan hari.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi di Jakarta, Selasa (10/12).

Jokowi ingin Idham segera mengumumkan siapa penyerang penyidik senior KPK itu ke publik.

Boy Thohir, Kakak Menteri BUMN Masuk Daftar Orang Terkaya

"Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian," kata Jokowi.

Jokowi meyakini kasus Novel segera terungkap jika melihat laporan terakhir dari kapolri dalam pertemuan di Istana Negara pada Senin kemarin. Dalam perteman itu, Idham melaporkan adanya temuan baru dalam pengusutan kasus ini.

Dari temuan baru dan sejumlah alat bukti yang ditemukan sebelumnya dapat ditarik sebuah kesimpulan. "Ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan," jelas Jokowi.

Jokowi enggan menjelaskan temuan baru yang dimaksudkannya. "Tanyakan langsung ke Kapolri. Yang jelas sudah disampaikan kepada saya temuan barunya itu seperti apa. Tanyakan langsung ke Kapolri," imbuhnya.

Ia mengaku tidak akan memberi tenggat waktu lagi bagi Polri. Ia hanya mengingikan kapolri untuk memberi kejelasan terhadap penanganan kasus Novel yang telah terjadi sejak 2,5 tahun lalu ini. "Saya bilang secepatnya segera diumumkan siapa," tandasnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono tidak menjelaskan tenggat waktu pengusutan kasus Novel maupun temuan baru dari penyelidikan kasus ini. Argo justru menceritakan upaya yang telah dilakukan Polri dalam pengusutan kasus Novel selama ini kendati belum membuahkan hasil.

Di antaranya mengenai metode penyelidikan induktif dan deduktif.

"Induktif sudah dilakukan dari mulai TKP dari sana sudah menyisir kita sudah mendapatkan 73 saksi. Tentunya saksi inilah yang sudah di evaluasi satu persatu keterangannya seperti apa," ungkapnya.

Argo juga justru mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan Polri mampu mengungkap pelaku penyerangan Novel. "Nanti kita doa bersama lah, mudah-mudahan penyidik nanti ada waktu akan menyampaikan penyidikan tersebut. Sangat serius penyidik menangani kasus ini. Mudah-mudahan apa yang jadi harapan harapan kita bersama seperti bapak presiden semua masyarakat berkaitan dengan kasus ini," kata dia.

Gerindra Dukung Jokowi Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor, Mahfud MD: Saya Setuju

Argo meyakinkan Polri tidak menutup-nutupi penanganan kasus penyerangan Novel. Sebab, ada perwakilan dari KPK dalam pengusutan kasus ini. "KPK dilibatkan dalam penyidikan kasus ini. Jadi, kami transparan kepada KPK. Tidak ada yang ditutupi dan kami kerja keras," ujarnya.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengaku senang jika benar Polri telah memperoleh bukti baru menuju kesimpulan penyidikan kasus Novel.

Syarif berharap informasi dari Polri tidak sekedar angin segar, melainkan dibuktikan dengan tertangkapnya pelaku penyerangan terhadap Novel. "Wah, kalau sudah ada bukti baru dan akan diungkap kami sangat senang di KPK. Kami sangat senang dan mendukung. Semoga, penyerang Mas Novel itu bisa segera ditemukan," kata Syarif.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved