Guntur Romli Sarankan FPI dan Rizieq Shihab Kembali ke Khittah UUD 1945

Guntur Romli mengajak FPI kembali ke khittah konstitusi, yakni UUD 1945 yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Serambi Indonesia
Mohamad Guntur Romli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Intelektual muda NU Mohamad Guntur Romli menyarankan Front Pembela Islam (FPI) kembali ke Khittah konstitusi, yaitu UUD 1945.

Karena kalau tidak kembali ke UUD 1945, pasti pemerintah tidak akan menerbitkan perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk FPI.

"Saran saya untuk FPI dan HRS (Habib Rizieq Shihab) kembali saja ke khittah konstitusi kita, yaitu UUD 1945 yang sudah disepakati dan dikenal," ujar Guntur Romli yang dikenal sebagai 'anak ideologis' Gus Dur ini kepada Tribun Manado, Selasa (3/12/2019).

Seperti banyak diberitakan selama ini, pemimpin FPI Rizieq Shihab tidak mengakui rumusan Pancasila sebagaimana telah disepakati para founding fathers.

Rizieq menolak rumusan Pancasila yang disahkan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945. 

Fadli Zon Tuding Rezim Jokowi Terpapar Islamophobia, Guntur Romli: Bubarkan FPI! Ini Alasannya

Mengapa? Rizieq beralasan bahwa dalam perjalanan sejarah, Indonesia pernah menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 1949 dan kemudian RIS kembali menjadi negara kesatuan.

Nah, pada saat itu, baik dalam Konstitusi RIS maupun UUDS, rumusan Pancasila versi 18 Agustus 1945 tak berlaku. Setelah Dekrit Presiden 1959, menurut Rizieq yang berlaku adalah Pancasila dan UUD 1945 yang dijiwai Piagam Jakarta 22 Juni 1945.

Dan seperti diketahui, dalam Piagam Jakarta, rumusan sila pertama Pancasila adalah: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Getolnya Rizieq membela Pancasila versi Piagam Jakarta ini sudah menjadi rahasia umum.

Rizieq pernah dilaporkan Sukmawati Sokarnoputri ke Bareskrim gara-gara video viralnya yang menyebut "Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala," sebagaimana dilansir Kompas.com, 27 November 2016.

Saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8), Rizieq juga menegaskan bahwa hanya syariah yang bisa menjaga NKRI dan Pancasila agar bertahan terhadap paham komunis, sosialis, dan liberal kapitalis.

Tito Karnavian Diklaim Dukung FPI, Haikal Hassan: Organisasi Paling Toleran Itu adalah FPI

Sebagaimana dilansir Kumparan.com, Sabtu (24/08/2019), menurut Rizieq hanya syariah juga yang mampu melestarikan kemurnian tauhid Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara Republik Indonesia.

“Ingat tauhid dan syariah adalah roh dari NKRI dan Pancasila. Sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945, bahkan sejak Indonesia dipimpin kesultanan-kesultanan Islam yang tunduk kepada tauhid dan syariah,” kata Rizieq sebagaimana ditulis Kumparan.com

Dalam Dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959, kata Rizieq, jelas dinyatakan bahwa sahnya Pancasila menjiwai piagam Jakarta, dan menjadi satu kesatuan konstitusi yang tidak terpisahkan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved