Prabowo Perkuat Pertahanan: Incar Teknologi AS-Rusia hingga Inggris-Turki
Harapan besar soal pertahanan RI digantung ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sang Menhan pun terus bermanuver
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Harapan besar soal pertahanan RI digantung ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sang Menhan pun terus bermanuver melalui berbagai kerja sama untuk mempekuat sistem pertahanan negara. Termasuk, Menhan akan mengkaji rencana pembelian 11 Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah melihat dari sejumlah sisi seperti efisiensi anggaran dan keuntungan yang Indonesia terima. "Kami kaji terus nanti cost dan benefit-nya gimana. Jadi kami akan lihat, yang kami butuh adalah efisiensi, penghematan, dan daya guna," kata Menteri Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat pekan lalu. Menurut Prabowo, tidak ada tenggat waktu khusus untuk menyelesaikan kajian ini. Ia akan terus mengkaji hingga selesai.
• Jokowi Sebut Ada yang Ingin Menjerumuskan Dirinya
Rencana pembelian Sukhoi SU-35 dari Rusia ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun hingga kini belum terealisasi. Nilai jual 11 pesawat yang disepakati ini mencapai US$ 1,14 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.
Menhan 2014-2019, Ryamizard Ryacudu, pernah mengatakan salah satu hambatan pembelian Sukhoi ini adalah belum rampungnya perjanjian imbal dagang antara pemerintah Indonesia dan Rusia.
Seperti diketahui Rusia diwajibkan untuk membeli komoditas asal Indonesia sebesar 50 persen dari nilai pembelian Sukhoi tersebut. Total nilai pembelian untuk 11 unit alat tempur itu US$ 1,14 miliar dengan kontribusi dari imbal beli US$ 570 juta. Prabowo menjelaskan pemerintah Indonesia akan mendorong agar perjanjian imbal beli dengan Rusia ini segera diselesaikan. "Akan dilanjutkan terus."
Pada berbagai kesempatan Prabowo mengatakan pemerintah Indonesia akan memperluas pertahanan dan kerja sama dengan negara-negara lain. Prabowo menekankan strategi pertahanan Indonesia yang defensif.
"Kami tidak akan pernah mengancam siapa pun, tetapi kami juga tidak akan membiarkan Indonesia diganggu atau diancam oleh negara lain," kata Prabowo dalam pesan video di sesi pembukaan Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2019 seperti dilansir Antara, Sabtu (30/11/2019).
Prabowo mengatakan Indonesia akan mempertahankan sikap independen dan aktif dalam pertahanan. Prioritas utama, menurut Prabowo, adalah kedaulatan Indonesia terjaga.
"Strategi pertahanan kami adalah strategi pertahanan defensif. Prospek pertahanan kami adalah pandangan defensif. Kami tidak memiliki aspirasi untuk memproyeksikan kekuatan di luar. Indonesia ingin menegakkan kemerdekaan kita dan tentu saja kita ingin melindungi kepentingan nasional kita. Prioritas kami adalah melindungi integritas dan kedaulatan negara," kata Prabowo.
• Sidang Putusan Kasus Siswa Bunuh Guru: Massa Nyanyi Himne Guru di PN Manado
Prabowo juga akan terus menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga. Indonesia, ditegaskan Prabowo, tak akan berpihak kepada siapa pun. "Kami ingin memupuk hubungan pertahanan tanpa dimiliki oleh kekuatan tertentu. Indonesia tidak akan memihak pesaing utama dalam situasi dunia yang dilanda kecurigaan dan ketegangan saat ini," ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo menyampaikan Indonesia akan mengintensifkan upaya pemeliharaan perdamaian dunia. Salah satu yang dilakukan adalah pengiriman personel untuk pasukan penjaga perdamaian PBB. "Kami akan mengintensifkan upaya-upaya pemeliharaan perdamaian," ujar dia.
Menurut Prabowo, Indonesia akan menambahkan lebih banyak tentara dari berbagai angkatan untuk pasukan perdamaian PBB. Di luar hal itu, Prabowo memastikan TNI akan selalu menjadi tentara rakyat. "TNI lahir dari rakyat dan akan selalu menjadi tentara rakyat," ujar dia.
Prabowo Diterima Presiden Erdogan di Turki
Menhan Prabowo bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Keduanya berjabat tangan di Kompleks Kepresidenan Turki, Ankara.
"Presiden Recep Tayyip Erdogan menerima Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, di Kompleks Kepresidenan. Menteri Pertahanan Hulusi Akar juga hadir dalam pertemuan ini," demikian informasi yang disampaikan situs Kepresidenan Turki, Jumat (29/11/2019).
Nampak dalam foto yang diunggah situs Kepresidenan Turki, Prabowo mengenakan peci hitam, setelan jas hitam, dan dasi merah. Erdogan mengenakan setelah jas hitam dengan dasi merah. Dua bendera Turki berada di belakang mereka.
Prabowo tengah melakukan kunjungan kerja di Turki. Di negara dua benua itu, Prabowo membahas kerja sama pertahanan dengan pejabat terkait hingga menengok industri kapal perang di Golcuk Naval Shipyard.
• Erick Batalkan Rencana Super Holding, dari 142 BUMN, hanya 15 yang Untung, 7 Merugi
"Hari ini dari Istanbul, Pak Menhan menuju Ankara melakukan pembicaraan bilateral tentang kerja sama pertahanan dengan Menhan Turki," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).
Di hari sebelumnya, Dahnil menyebut Prabowo mengunjungi Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli. Selain menengok kapal selam, Prabowo juga berbincang dengan angkatan laut Turki. "Sebelumnya kemarin beliau melakukan pembicaraan dengan Angkatan Laut Turki dan berkunjung melihat industri perkapalan perang dan kapal selam Turki di Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli," jelas Dahnil.
Dahnil menyebut kerja sama militer dengan Turki sangat strategis. Menurutnya, alutsista Turki telah berkembang pesat. "Kerja sama militer dengan Turki sangat strategis mengingat industri alutsista Turki berkembang pesat khususnya terkait kapal perang dan kapal selam, ditambah lagi Turki memiliki sejarah militer yang panjang sebagai negara yang kuat secara militer sejak Ottoman Empire," tutur Dahnil.
8 Strategi Prabowo Perkuat Pertahanan Indonesia
Prabowo Subianto mengaku bertekad untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia agar tidak bisa diganggu oleh siapapun. Sebab, Prabowo menilai akan ada ancaman yang bisa saja muncul dari bangsa lain yang ingin menghancurkan Indonesia.
Prabowo tidak ingin Indonesia dianggap lemah oleh negara-negara lain. Atas dasar inilah, Prabowo ingin membangun pertahanan Indonesia yang kuat sehingga disegani oleh negara lain.
"Negara kita dari sejak lahir selalu ingin dihancurkan bangsa lain. Ini harus disadari oleh elite bangsa Indonesia. Jangan kita menerima kemerdekaan, kedaulatan keutuhan wilayah kita dari Sabang sampai Merauke jangan kita menerima seolah-olah baku. Seolah-olah tidak akan pernah diganggu," ujar Prabowo saat meresmikan Patung Jenderal Soedirman, di Sleman, Yogyakarta, 10 November 2019 lalu.
Berbagai cara dilakukan Menhan Prabowo untuk membangun pertahanan Indonesia. Berikut ulasannya:
1. Siapkan Perwira Cadangan dari Kalangan Pelajar
Prabowo Subianto menjelaskan soal komponen-komponen dalam pertahanan Indonesia. Komponen itu terdiri atas komponen utama dan cadangan. Dia menjelaskan ancaman TNI sebagai komponen utama untuk menghadapi ancaman militer terbuka. Sedangkan komponen lainnya bisa berasal dari rakyat non-militer.
"Komponen utama tentunya adalah TNI. Kemudian pertahanan non-militer, yaitu ada unsur-unsur lain. Ini tentunya akan banyak peran dari kementerian dan lembaga di luar pertahanan sebagai contoh kita harus kerja sama dengan kementerian pendidikan untuk menyusun komponen cadangan," sambungnya.
Prabowo mengatakan, bisa saja Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghasilkan perwira dari kalangan pelajar. Bisa dari pelajar SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
"Pendidikan, latihan perwira-perwira cadangan, kemudian juga latihan-latihan untuk komponen cadangan nanti akan banyak peran dari Kementerian Pendidikan di SMA. Bahkan sedini mungkin di SMP dan juga di perguruan tinggi," ungkapnya.
2. Kaum Terdidik Adalah Cadangan Pertahanan Negara
Selain pelajar, para mahasiswa di perguruan tinggi juga bisa menjadi perwira cadangan. Prabowo akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menghasilkan perwira dari kalangan mahasiswa hingga lulusan S3.
"Terutama para golongan terdidik, S3, S2, S1 lalu golongan mahasiswa," kata Prabowo.
Prabowo menyebut komponen cadangan itu memang berasal dari kalangan rakyat sipil, khususnya kalangan berpendidikan.
"Iya tentunya harus kita ikut sertakan karena dalam kompetensi cadangan, itu juga menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat," ucapnya.
3. Kirim Taruna Belajar Militer ke Luar Negeri
Menhan Prabowo Subianto berencana mengirim taruna untuk belajar militer ke Malaysia dan Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk berbagi pengetahuan dan kemampuan militer.
"Bertekad membangun hubungan erat dengan Malaysia, akan mengirim cadets (taruna) untuk belajar di Malaysia sebagai bentuk simbol persaudaraan dan saling berbagi pengetahuan, kebudayaan dan kemampuan militer," kata Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Selain itu, Prabowo Subianto juga berencana meminta TNI untuk mengirim Taruna-Taruna Akademi Militer Indonesia agar bisa belajar di masing-masing negara termasuk ke Amerika Serikat seperti ke West Point untuk Angkatan Darat, ke Air Force Academy untuk Angkatan Udara, dan ke Annapolis untuk Angkatan Laut.
"Sehingga taruna-taruna yang dikirimkan ke banyak negara berbeda tersebut dapat menyerap pengetahuan kemiliteran dengan sudut pandang negeri lain yang berbeda-beda," jelas Dahnil.
4. Kerja sama Pertahanan dengan Amerika Serikat
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Thomas Esper menyepakati peningkatan kerjasama pertahanan. Kesepakatan itu dilakukan saat pertemuan ASEAN Defense Ministers Meeting (ADDM) Plus di Anantara Riverside Bangkok Resort, Thailand, Sabtu 16 November 2019.
"Pertemuan bilateral Menhan RI dan Menhan Amerika Serikat membicarakan seputar kerjasama pertahanan kedua negara," kata Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Rizerius Eko HS, yang saat itu mendampingi Prabowo.
Menurutnya, Menhan AS melihat Indo Pasifik sebagai prioritas bagi AS, dimana Indonesia juga berperan sangat penting.
"Di dalam defence strategic yang baru, AS menempatkan kawasan Indo Pacific sebagai faktor yang harus diperhatikan. Karena di situ terdapat Indonesia sebagai pemain yang sangat berperan besar dalam kawasan Indo Pasifik," kata Rizerius.
5. Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan dengan India
Menhan Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (13/11) lalu. Dalam pertemuan, kedua pihak membicarakan berbagai upaya untuk mempererat dan meningkatkan hubungan kerjasama bilateral antara Indonesia dan India khususnya di bidang pertahanan yang selama ini sudah terjalin baik.
Di bidang lainnya, India ingin kerjasama di bidang maritim juga perlu ditingkatkan karena memiliki peluang yang sangat besar untuk mendukung dan memperbesar peran kedua negara dalam mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan khususnya Indo-Pasifik.
"Terlebih melalui gagasan poros maritim dunia, saat ini pemerintah Indonesia juga sedang berupaya untuk memperkuat jati diri sebagai negara maritim," kata Prabowo.
6. Mempererat Kerja Sama Pertahanan dengan Malaysia
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia, Mohammad Bin Sabu, di kantor Kementerian Pertahanan Malaysia, Kuala Lumpur. Kamis (14/11). Dalam pertemuan ini, Prabowo bertekad membangun hubungan erat dengan Malaysia. Mantan Danjen Kopassus tersebut berencana mengirim taruna untuk belajar di Malaysia.
"Saya juga sudah adakan pembicaraan dengan Yang Mulia Menteri Pertahanan Malaysia, banyak persamaan pandangan pemikiran kita banyak yang sama. Karena itu, sangat optimis melihat kedepan saya yakin hubungan kerjasama pertahanan Indonesia dan Malaysia akan semakin baik," kata Prabowo.
Upaya peningkatan kerjasama yang perlu dilakukan kedua negara diantaranya kerjasama di bidang pendidikan dan latihan, serta kerjasama industri pertahanan.
"Kami ingin mencari bentuk - bentuk kerjasama yang lebih baik lagi pertukaran perwira dan pertukaran siswa antara Indonesia dan Malaysia saya kira sangat baik. Dan juga kerja sama dibidang teknik dan industri pertahanan," jelasnya.
7. Jajaki Kerja Sama Militer dengan Beberapa Negara
Selain itu, Menhan Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral membicarakan soal kerja sama militer dengan beberapa perwakilan negara saat ASEAN Defense Ministers Meeting (ADDM) Plus di Anantara Riverside Bangkok Resort, Thailand, Sabtu 16 November 2019.
"Antara lain bertemu secara bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Thailand yang mewakili Perdana Menteri Thailand yang sekaligus Menteri Pertahanan, bertemu secara bilateral dengan Menhan Filipina, Menhan Vietnam,Menhan Brunai Darussalam, Menhan Laos, dan juga bertemu secara bilateral dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat," kata Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, Minggu (17/11).
Dia mengungkapkan, dalam setiap pertemuan secara bilateral tersebut Prabowo berdiskusi terkait dengan kerja sama pertahanan antardua negara. Terutama kerja sama pelatihan dan patroli laut untuk menangkal ancaman terorisme.
8. Kenalkan PT Pindad ke Menhan Se-ASEAN dan Amerika Serikat
Menhan Prabowo Subianto juga hadir dalam pertemuan ASEAN Defense Ministers Meeting (ADDM) Plus di Anantara Riverside Bangkok Resort, Thailand, Sabtu 16 November 2019. Acara ini juga dihadiri perwakilan dari Amerika Serikat, Jepang, RRT, Australia, Selandia Baru, Rusia dan Korea Selatan.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, dalam pertemuan dengan para menteri pertahanan itu, Prabowo memperkenalkan industri pertahanan tanah air terutama BUMN Pindad.
"Bahkan secara khusus Menhan Philipina mengapresiasi dan merasa puas dengan produk kapal dari Indonesia, dan Menhan Prabowo berharap Philipina bisa membeli lebih banyak produk-produk tank dari Pindad," kata Dahnil. (tribun/dtc/cnn/tmp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pertemuan-prabowo-erdogan_3.jpg)