NEWS
Pidato Anies Baswedan Selama Ikuti Reuni 212, Mulai dari Pesimistis hingga Singgung Keadilan
Selama tiga kali gelaran reuni 212, Anies tak hanya hadir, tetapi juga menyampaikan pidato selaku Gubernur DKI Jakarta
Ia pun mengatakan hal itu dilakukan hanya dengan selembar kertas dan tanda tangan.
"Dan itu dilakukan tanpa kekerasan. Cukup selembar kertas dan sebuah tanda tangan. Karena itu jangan anggap enteng kekuatan politik. Karena itulah tanda tangan nanti akan menentukan arah kebijakan," kata Anies.
3. Tahun 2019, Anies Singgung soal Keadilan
Dalam reuni 212 hari ini, Anies kembali hadir.
Anies datang dengan mengenakan pakaian dinas pegawai negeri sipil berwarna cokelat dan dilengkapi dengan peci hitam.
Kehadiran Anies pun mendapat sambutan meriah dari peserta Reuni 212.
Saat akan memberi sambutan, banyak yang meneriaki Anies dengan sebutan 'presiden'.

Sementara itu, dalam sambutannya, Anies menyampaikan pentingnya keadilan di Indonesia yang harus dibarengi dengan semangat persatuan.
"Tanpa keadilan tidak mungkin ada persatuan, karena itu keadilan menjadi sangat penting," kata Anies dalam sambutannya, yang ditayangkan Kompas TV.
"Kalau kita ingin mempertahankan terus apa yang sudah dibangun oleh para pendiri bangsa, maka tanggung jawab kita hari ini adalah memastikan keadilan bagi seluruh Indonesia," lanjutnya.
Sementara itu, menurut Anies, keadilan merupakan permasalahan mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
Anies melihat adanya ketimpangan dalam berbagai aspek kehidupan.
"Ini (keadilan) adalah permasalahan yang mendasar, ada ketimpangan berbagai aspek."
"Di Jakarta tantangannya tidak pernah berhenti, keramaiannya tidak pernah berhenti," lanjut Anies.
Anies juga menyampaikan, saat ini, keadilan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.