NEWS

Pidato Anies Baswedan Selama Ikuti Reuni 212, Mulai dari Pesimistis hingga Singgung Keadilan

Selama tiga kali gelaran reuni 212, Anies tak hanya hadir, tetapi juga menyampaikan pidato selaku Gubernur DKI Jakarta

Pidato Anies Baswedan Selama Ikuti Reuni 212, Mulai dari Pesimistis hingga Singgung Keadilan
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Anies Baswedan Sebut 6 Peserta Aksi 22 Mei Tewas Saat Akasi, 200 Orang Luka-luka 

Saat itu, ia datang mengenakan baju koko putih dengan peci hitam. 

Kehadirannya disambut takbir oleh umat Islam yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Anies mengatakan Monas mulai diperbolehkan dipakai untuk kegiatan keagamaan.

"Alhamdulilah, saat ini monas sudah kembali diperbolehkan untuk menjadi tempat keagamaan maupun kebudayaan," ujar Anies saat memberikan sambutan di Monas, Sabtu (2/12/2017).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Anies juga mengatakan bahwa Jakarta adalah milik semua orang.

"Jakarta milik kita semua bukan sebagian. Kota kita harus maju, bahagia, tenang nyaman karena iman dan takwa," sambungnya.

Anies kemudian mengapresiasi aksi 212 yang menurutnya dapat memberikan efek perubahan di Ibu Kota.

"Ini adalah bagian dari ikhtiar melakukan perubahan di ibu kota. Saudara-saudara yang saya hormati, tahun lalu saudara berkumpul di tempat ini. Tahun lalu saudara telah mengecewakan kaum pesimis, mereka yang pesimis bahwa berkumpulnya masa akan memunculkan kericuhan, kekerasan, ketidakdamaian," tutur Anies dalam sambutannya kepada massa yang berkumpul di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Anies mengapresiasi karena pada tahun lalu, aksi 212 dapat berjalan damai tanpa kerusuhan.

Dirinya kembali meminta acara kali ini juga berlangsung damai.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved