Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Belajar Sejarah Bolmong dari Replika Komalig

Siapa sangka, ternyata memang bukan rumah biasa, itu adalah replika rumah raja Bolaang Mongondow atau sering disebut Komalig.

Tayang:
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Maickel Karundeng
alpen martinus/tribun manado
Rumah Adat Bolmong Komalig. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekilas sebuah rumah panggung di Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, nampak istimewa

Untuk masuk, harus melalui anak tangga, ada dua bagian kiri dan kanan.

Di bagian atap, nampak seperti ada renda-renda dengan satu motif.

Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara
Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara (alpen martinus/tribun manado)

Di bagian depan pintu, dipasangi payung yang digunakan raja-raja zaman dulu. Bermotif dan berwarna keemasan.

Siapa sangka, ternyata memang bukan rumah biasa, itu adalah replika rumah raja Bolaang Mongondow atau sering disebut Komalig.

Pintu rumah tersebut pun berbeda, tidak dibuka dari kiri ke kanan atau sebaliknya, melainkan dari tengah, sebab ada dua daun pintu.

Masuk di dalam, suasana kerajaan makin kental, akan terlihat singgasana kerajaan.

Kainnya berwarna keemasan dengan motif tertentu, ada payung kerajaan.

Selain itu, di bagian dinding rumah yang seluruhnya terbuat dari papan ini, nampak beberapa foto tempo dulu kerajaan Bolmong, dan beberapa alat yang digunakan masyarakat Bolmong saat itu.

Ada juga dijejer beberapa alat yang digunakan masyarakat Bolmong saat itu, untuk bekerja, semisal alat penangkap ikan, alat panen padi, alat mengambil air.

Juga alat tumbuk atau lotung, alat musik petik, tampah, kokandung, kobisi, kabela, alat perunggu, meja makan kerajaan, permainan, toyung, alat pembawa sagu, dan masih banyak lagi bukti sejarah Bolmong.

Replika rumah adat Bolmong ini dibuat oleh lembaga adat Kopandakan I, bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumitro Tagela ketua desa adat Kopandakan menjelaskan, bangunan tersebut adalah replika Komalig, dalam budaya Bolmong adalah istana.

"Cuma saat pergolakan politik sekitar tahun 1160 Komalig di Bolmong itu hilang terbakar," katanya.

Nah, untukengingat sejarah itu, mereka coba membangun, apalagi saat dapat bantuan dari dari Kemendikbud.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved