Budi Karya Menteri Kepercayaan Jokowi: Biaya Pembangunan LRT Ternyata Terlalu Mahal

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah berjuang mendapatkan satu kursi

Budi Karya Menteri Kepercayaan Jokowi: Biaya Pembangunan LRT Ternyata Terlalu Mahal
Tribunjateng.com/Erwin Ardian
SIDANG IMO - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berbicara di depan 174 negara anggota International Maritime Organization (IMO) pada Sidang Majelis IMO ke-31 di London, Inggris hari kedua, Selasa (26/11) waktu setempat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah berjuang mendapatkan satu kursi di Dewan International Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional dalam sidang di markas besar IMO London, Inggris, mulai Senin (25/10)- Rabu (4/11).

Faqih Tewas Menjelang Wisuda di UIN Syarif Hidayatullah, Ditabrak Orang Mabuk

Wartawan Tribun Network, Erwin Ardian, yang ikut dalam delegasi Indonesia melakukan wawancara eksklusif dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi soal arah pembangunan transportasi Indonesia di sela sidang IMO di London.

Anda adalah satu dari sedikit menteri yang kembali dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk menduduki jabatan yang sama. Apa evaluasi lima tahun lalu?

Kalau kita bicara lima tahun lalu, Pak Presiden kan selalu bicara soal kerja, kerja kerja. Oleh karena itu kita banyak sekali membangun sarana infrastruktur di berbagai daerah.
Tak hanya membangun saja, Pak Jokowi ini adalah Presiden yang cerdas dan efektif. Kita membangun infrastruktur ini berdasarkan skala prioritas.

Apa titik berat program Kementerian Perhubungan lima tahun ke depan?

Presiden meminta kita mendahulukan fasilitas-fasilitas yang penting, supaya ini langsung mengangkat ekonomi Indonesia. Kita konsentrasi di 5 Bali baru, yaitu wilayah-wilayah yang berpotensi mendatangkan devisa dari sektor pariwisata. Daerah tersebut adalah Danau Toba (Sumut), Borobudur (Jateng), Labuan Bajo (NTT), Manado (Sulut), dan Mandalika (NTB).

Apa yang dilakukan di lima daerah tersebut?

Kita akan fasilitasi semua sarana transportasi yang mendukung sektor wisata di sana, seperti pelabuhan, bandara, transportasi darat, dan sarana lainnya yang menunjang.

Bagaimana dengan pembangunan LRT di kota-kota selain Jakarta dan Palembang?

Itu akan saya evaluasi karena biayanya ternyata terlalu mahal. Selain di Jakarta akan dihentikan dulu dan diprioritaskan yang berbasis ban, bukan rel.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved