News

Rocky Gerung Klaim FPI Tak Lakukan Kekerasan, Budiman: Sudah jadi Kawat berduri

Front Pembela Islam mendapat pembelaan dari pengamat politik Rocky Gerung. Rocky menyebut FPI tak lagi melakukan kekerasan.

Rocky Gerung Klaim FPI Tak Lakukan Kekerasan, Budiman: Sudah jadi Kawat berduri
TRIBUNNEWS
Soal Kasus Kitab Suci Fiksi, Rocky Gerung 5 Jam Diperiksa Polisi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Front Pembela Islam mendapat pembelaan dari pengamat politik Rocky Gerung.

Politisi asal Manado ini, menyebut FPI tak lagi melakukan kekerasan.

Hal tersebut disampaikan Rocky Gerung di acara ROSI, Kompas TV, pada Kamis (28/11/2019).

Pernyataan Rocky Gerung, langsung ditanggapi oleh politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko.

Perdebatan terjadi antara Pengamat Politik Rocky Gerung dengan Mantan Anggota DPR fraksi PDIP, Budiman Sudjatmiko.
Perdebatan terjadi antara Pengamat Politik Rocky Gerung dengan Mantan Anggota DPR fraksi PDIP, Budiman Sudjatmiko. (Channel Youtube Kompas TV)

Rocky Gerung: Saya Anti FPI Sejak di Monas, Saya Sampai Berkelahi

Mulanya Rocky Gerung dan Budiman Sudjatmiko membahas soal Surat keterangan terdaftar (SKT) yang masih dikaji oleh Kementerian Dalam Negeri.

Pantauan TribunJakarta.com, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, SKT FPI masih terkendala oleh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Tito Karnavian menyampaikan, pada AD/ART FPI masih termuat visi dan misi yang kalimatnya dianggap memiliki makna samar.

“Problemnya di AD/ART. Di sana disampaikan bahwa visi dan misi organisasi FPI adalah penerapan islam secara kaffah di bawah naungan khilafah islamiyah melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah, dan pengawalan jihad,” kata Tito Karnavian.

Rocky Gerung menilai pemerintah terlalu berlebihan dalam menghadapi AD/ART FPI.

Ia mengatakan AD/ART tersebut masih berupa ide dan belum terealisasikan.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved