Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ahok Ikut Diskusi Perdana di Pertamina

Puluhan karangan bunga membanjiri kantor pusat PT Pertamina (Persero), Jalan Medan Merdeka Timur,Jakarta Pusat, Selasa (26/11).

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok tiba di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan karangan bunga membanjiri kantor pusat PT Pertamina (Persero), Jalan Medan Merdeka Timur,Jakarta Pusat, Selasa (26/11). Karangan bunga tersebut merupakan ucapan kepada Basuki Tjahaja Purnama (BTP), atau Ahok atas terpilihnya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (persero).

Hadapi Natal dan Tahun Baru: Garuda-Lion Siapkan Pesawat Khusus

Pantauan Tribun hingga pukul 11.00, karangan bunga terus berdatangan, tepatnya di depan ruangan Dewan Komisaris. Di depan ruangan itu terdapat kurang lebih 10 karangan bunga.

Sementara karangan bunga lainnya berada di sudut-sudut kantor Pertamina lainnya. Salah satu pegawai yang duduk di ruangan resepsionis tampak baru saja menerima karangan bunga. Ia menandatangani nota terima barang dari petugas pengirim karangan bunga tersebut.

"Sudah dari Senin kemarin banyak karangan bunga yang datang. Ucapan buat Pak Ahok. Mungkin sudah sampai puluhan lebih ya," kata pegawai wanita usai menerima karangan bunga itu.

Tertulis beberapa pengirim seperti Komunitas Dokter Peduli Bangsa, Sahabat Indonesia Maju, Direksi PT Elnusa Tbk, Bank BRI, ITBS Corporation Tokyo-Japan, Sahabat Pancasila Untuk Jokowi, hingga dari Band BTP.

"Pak BTP, Keep Shining Latihan Nyanyi Terus Yah Pak Bareng Kita Band BTP," tertulis karangan bunga dari Band BTP tersebut. Karangan bunga itu umumnya berukuran kurang lebih 2x2 meter. Namun terdapat karangan bunga paling besar berukuran 2x4 meter. Berasal dari Ketua Umum dan Pembina Rejo.

Hadiri Diskusi

Ahok juga mengikuti agenda perdana sejak resmi menjadi Komisaris Utama Pertamina. Ahok juga mengunjungi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat acara diskusi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkap lima pekerjaan rumah (PR) perusahaan yang harus segera diselesaikan. Nicke berbicara hal tersebut di depan Ahok.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditemui seusai menghadiri diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019). Ahok kini menjadi Komisaris Utama Pertamina.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditemui seusai menghadiri diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019). Ahok kini menjadi Komisaris Utama Pertamina. (Kompas.com)

 

Pemerintah Keluarkan Aturan IMEI: Begini Nasib Ponsel Black Market

Selama Nicke berpidato, Ahok terlihat serius dan sesekali tersenyum. Nicke awalnya menjelaskan terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri yang masih dipenuhi impor. "Sejujurnya, kami masih harus sebagian impor karena belum mampu mencukupi kebutuhan sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Nicke juga menyinggung mengenai infrastruktur minyak nasional dan kebutuhan energi untuk 70 ribu desa di Indonesia yang belum terjangkau. Nicke juga menuturkan kebijakan BBM Satu Harga sedang diterapkan. Tetapi, itu pun belum menyeluruh ke wilayah-wilayah di Indonesia.

Lanjut Nicke, penerimaan sumber energi. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan target bauran energi sebesar 23 persen dari energi terbarukan. Pemerintah sudah melangsungkan kebijakan pencampuran minyak nabati pada BBM alias biodiesel.

Namun, itu pun belum cukup. Begitu pula dengan penggunaan energi dan panas bumi lainnya. "Artinya, kita harus mencari sumber energi terbarukan. Kita lihat CPO terdapat banyak di Sumatera, maka perlu bangun bio refinery di sana. Lalu, batu bara di Sumatera Selatan, maka bangun coal grasifikasi di sana," ujar Nicke.

Diminta Diam

Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari mengkritik ucapan Ahok saat hari pertamanya menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. Candaan Ahok tersebut membuat M Qodari khawatir.

Gaji Honorer Manado Sesuai Upah Minimum Provinsi

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved