Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK GMIM Minggu 24 November 2019

RENUNGAN - Jangan Tunda Penugasan Tuhan

Meski sebagai umat pilihan Allah, namun Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Ketika merasa berjaya, mereka melupakan Tuhan.

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang

Hagai 1:1-2

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski sebagai umat pilihan Allah, namun Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Ketika merasa berjaya, mereka melupakan Tuhan. Bahkan menyembah ilah lain.

Mereka pun dihukum Allah. Selama 70 tahun mereka dibuang dan ditindas di Babel. Yerusalem hancur luluh, umatnya ditawan dan disiksa. Mereka pun menderita.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Kesengsaraan itu membuat mereka bertobat dan berbalik setia kepada Allah. Maka Allah mengulurkan tangan, membebaskan mereka dan memulangkan secara bertahap kembali ke Yerusalem.

Ketika di Yerusalem atas pertolongan Tuhan inilah, justeru mereka mulai melupakan Perintah Tuhan. Mereka lebih memilih membangun rumah mereka. Sedangkan Bait Allah sebagai tempat Kediaman Allah, tidak dibiarkan.

Mereka menunda bahkan menolak perintah Allah untuk membangun kembali Bait Suci yang tinggal puing-puing. Mereka mengabaikan penugasan Allah untuk membangun Bait Allah. Mereka lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri.
Berbagai alasan dijadikan sebagai dasar untuk membenarkan diri. Antara lain mengatakan belum waktunya membangun Bait Allah.

Tiga Gol Tiga Bocah Man United yang Sama dengan Aksi Tiga Legenda Termasuk Beckham

Refly Harun: Masa Jabatan Presiden 8 Tahun tak Bisa Dipilih Lagi, Fraksi NasDem Usul 3 Periode

Jose Mourinho Disorot, Tak Lakukan Selebrasi Saat Tottenham Hotspur Menang Atas West Ham United

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN! " (ay 2)

Sifat aslinya sebagai bangsa yang tegar tengkuk muncul lagi. Padahal, baru saja mereka menerima kebaikan Allah yang telah membebaskan dan menyelamatkan mereka dari penindasan dan keterpurukan.

Mereka sudah lupa diri. Berbagai alasan diungkapkan sebagai bentuk pembelaan diri untuk menolak penugasan Allah membangun Bait Suci.

Sahabat Kristus, terkadang kemanusiaan kita sebagai umat Allah di zaman now, sama dengan mereka: tak tahu berterima kasih dan suka menunda atau menolak pelayanan dengan berbagai alasan.

Kita sudah banyak menerima berkat, pemeliharaan Allah, tapi lupa bersyukur, bersekutu dan melayani Tuhan. Ketika kita bergelimang harta yang adalah anugerah Allah, kita menjadi lupa diri. Bahkan cenderung berfoya-foya.

Demikian juga dengan berbagai panggilan pelayanan yang dipercayakan kepada kita dalam berbagai bentuk, secara tidak langsung bahkan langsung diabaikan.

Berbagai alasan sering kita ungkapkan dalam hati sebagai pembenaran. Antara lain sibuk, tidak ada waktu, banyak kerjaan dll. Padahal, kesibukan, waktu dan pekerjaan adalah anugerah yang Tuhan beri bagi kita. Tapi juateru berkat dan anugerah Tuhan itu dijadikan sebagai alat untuk menunda bahkan menolak penugasan dan panggilan pelayanan Tuhan Yesus bagi kita.

Sebagai keluarga Kristen, janganlah kita lupa diri. Jangan menunda apalagi menolak panggilan tugas pelayanan Tuhan bagi kita.

Jangan hanya mengaku siap menerima tugas pelayanan, tapi kemudian mengabaikannya. Jangan hanya meminta berkat dari Tuhan, tapi begitu mendapatkannya kita justeru lupa diri. Bahkan menjadikan berkat Tuhan itu sebagai alasan untuk menunda bahkan menolak pelayanan.

Tunaikanlah tugas panggilan pelayanan kita dengan sungguh. Lakukanlah kehendak-Nya. Itulah sifat dan karakter anak Tuhan. Amin

DOA: Tuhan Yesus tuntunlah hidup kami agar tidak menolak penugasan-Mu termasuk membangun Bait-Mu. Ajarlah kami terus setia melayani Engkau. Amin

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved