Racun Kalajengking Ternyata Bisa Jadi Obat, Peneliti Coba Kembangkan Sintesisnya

Racun kalanjengking ternyata berpotensi menjadi obat untuk infeksi Staph dan tuberkulosis.

Racun Kalajengking Ternyata Bisa Jadi Obat, Peneliti Coba Kembangkan Sintesisnya
YouTube
Mengapa Racun Kalajengking Bernilai Mahal hingga Capai Harga Ratusan Miliar? Ini Alasannya! 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Racun kalanjengking ternyata berpotensi menjadi obat untuk infeksi Staph dan tuberkulosis.

Peneliti berhasil menemukan dua senyawa baru dalam racun hewan arachnida tersebut yang berfungsi mengobati infeksi Staph dan tuberkulosis.

Untuk mendapat senyawa dalam racun kalajengking yang bisa digunakan sebagai antibiotik infeksi Staph dan tuberkulosis, bukan hal yang mudah dan tidak murah.

Inilah yang Harus Dilakukan untuk Penyembuhan Penyakit Tuberkulosis, Serta Pencegahannya

Setiap satu milimeter racun, peneliti harus menggelontorkan dana sebesar Rp 145 juta.

Belum lagi, Richard Zare, ahli kimia dari Stanford University, menyebutkan, butuh dua minggu atau lebih bagi seekor kalajengking untuk memulihkan persediaan pada tubuhnya.

Namun, dengan manfaat racun tersebut, peneliti berharap pada kemudian hari dapat mengembangkan sintetisnya di laboratorium sehingga lebih terjangkau.

Dalam studinya, peneliti dari National Autonomous University of Mexico memerah racun dari spesies Diplocentrus melici, yang sebelumnya belum pernah diteliti racunnya.

Mereka kemudian memisahkan komponen-komponen serta menyintesisnya.

Kuman Tuberkulosis Makin Kebal Obat

Selanjutnya, peneliti menguji dengan beberapa bakteri, seperti Staphlococcus aureus, Escherichia coli, dan Mycobacterium tuberculosis.

Peneliti menguji racun yang telah disentesis tersebut pada tikus yang terinfeksi TBC serta sampel jaringan manusia yang menampung bakteri Staph.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved