Kesehatan

Kuman Tuberkulosis Makin Kebal Obat

Tuberkulosis (TB) saat ini masih menjadi epidemi di seluruh dunia. Pada tahun 2010 diperkirakan 8,8 juta orang terinfeksi

Kuman Tuberkulosis Makin Kebal Obat
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Dokter memeriksa kondisi paru-paru pasien di poliklinik multidrug resistant-tuberculosis Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta, Kamis (4/2). Ruangan tersebut khusus melayani pasien TBC yang imun dengan obat TBC biasa sehingga perlu obat khusus dan tenaga medis yang khusus pula.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tuberkulosis (TB) saat ini masih menjadi epidemi di seluruh dunia. Pada tahun 2010 diperkirakan 8,8 juta orang terinfeksi dan 1,4 juta di antaranya meninggal. Penyakit yang menyerang paru tersebut dilaporkan makin kebal obat antibiotik.

Dalam studi internasional yang dimuat di jurnal medis The Lancet, para ilmuwan mengingatkan makin banyaknya kasus TB kebal obat di Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Latin.

Kasus TB resisten multi obat (multi drug-resistant TB/MDR-TB) dan TB resisten obat ekstensif (extensively drug-resistant TB/XDR-TB) ternyata jauh lebih besar dari yang selama ini diperkirakan, sehingga diperlukan upaya global untuk mencegah penyebaran penyakit.

"Selama ini penelitian menunjukkan kasus MDR-TB sekitar 5 persen, namun kini prevalensinya sampai 10 kali lebih tinggi di beberapa negara," kata Sven Hoffner dari Institute Swedia untuk penegahan penyakit menular.

Penyakit TB yang kebal terhadap obat jauh lebih sulit diatasi dan membutuhkan biaya besar. Selain itu, penyakit TB resisten obat juga kerap berakhir fatal.

MDR-TB berarti resisten pada sedikitnya dua jenis obat lini pertama, sementara XDR-TB adalah resisten pada dua jenis obat yang termasuk dalam antibiotik kuat.

Tuberkulosis normal atau tidak kebal obat saja memerlukan waktu yang panjang dan pasien harus mengonsumsi antibiotik tanpa henti selama enam bulan. Kebanyakan pasien gagal menjalani seluruh terapi karena banyaknya kasus resistensi obat.

Penelitian yang dilakukan di Estonia, Latvia, Peru, Filipina, Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Thailand, menemukan hampir 44 persen kasus MDR-TB juga resisten pada salah satu obat lini kedua.

Menurut Tracy Dalton dari pencegahan dan pengendalian penyakit AS, kasus XDR-TB dilaporkan di 77 negara. Penyebaran strain kuman yang resisten pada obat tersebut mengkhawatikran terutama jika terjadi di area yang kebersihannya rendah dan akses terhadap obat juga terbatas.

"Makin banyak orang yang didiagnosa TB dan diterapi untuk TB resisten obat, makin kebal ia pada obat-obatan lini kedua," katanya.

Infeksi bakteri TB akan merusak jaringan paru-paru sehingga pasien menderita batuk dan sesak napas. Bakteri mudah ditularkan melalui udara. Menurut para ahli, orang yang terinfeksi TB aktif dapat menularkan penyakitnya pada 10-15 orang setiap tahun.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved