Guntur Romli: Korban Penggusuran Anies Baswedan Dizalimi Dua Kali

Guntur Romli mengatakan warga Sunter yang jadi korban penggusuran telah dizalimi dua kali oleh Anies Baswedan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Kolase FB/Guntur Romli/KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti rapat soal persiapan pemindahan ibu kota baru di Kantor Bappenas, Jumat (15/11/2019).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Politisi Partai Solidaritas Indonesia Mohamad Guntur Romli mengatakan, Selasa (19/11/2019), korban penggusuran Anies Baswedan di Kawasan Sunter Jakarta Utara telah dizalimi dua kali.

Yang pertama, kata Romli, mereka (korban penggusuran) dizalimi karena digusur tanpa solusi.

Berbeda dari zaman Ahok, katanya, penggusuran warga dilakukan dengan tujuan relokasi.

Sebelum menggusur warga, Ahok lebih dulu menyediakan rumah susun sebagai tempat relokasi. "Kalau belum ada rusun, Ahok tidak akan menggusur," ujarnya.

Lokasi yang digusur pun, kata Romli, digunakan untuk kepentingan publik, seperti normalisasi sungai (Kampung Pulo) dan ruang terbuka hijau, serta penataan kota dan ruang publik seperti di Kalijodo dan Kampung Akuarium.

Namun, di era Anies, papar Romli, penggusuran dilakukan seperti pada zaman Jahiliyah, tanpa relokasi ke rusun.

Tujuan penggusuran di Sunter di era Anies ini pun, lanjutnya, diduga ada kepentingan pengembang kawasan perumahan mewah di sekitarnya.

Padahal, dalam janji-janji kampanyenya, Anies Baswedan menyatakan tidak akan pernah menggusur.

Faktanya, Anies Baswedan menggusur tanpa relokasi dan demi kepentingan pemodal.

Yang kedua, kata pria kelahiran 17 Maret 1978 ini, mereka (korban penggusuran) dizalimi oleh buzzer-buzzer Anies Baswedan yang membela Anies membabi-buta.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved