Kawanan Babi Liar Bikin Pengedar Narkoba Rugi Ratusan Juta Rupiah
Pengedar narkoba di Italia harus merugi hingga ratusan juta rupiah gara-gara kawanan babi liar.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengedar narkoba di Italia harus merugi hingga ratusan juta rupiah gara-gara kawanan babi liar.
Babi hutan di Tuscany atau Toskana mengendus dan menghancurkan tumpukan kokain yang disembunyikan di hutan.
Bubuk putih tersebut berserakan di lembah Valdichiana. Sebagian bahkan di dimakan oleh babi liar.
• Begini Pendapat Psikolog Terkait Proses Rehabilitasi Pengguna Narkoba
• Semakin Tegas Memberantas Narkoba, Begini Tahapan Rehabilitasi BNNP Sulut
Kokain diperkirakan senilai 17 ribu euro atau sekitar Rp 264 juta.
Geng yang terdiri dari satu orang Italia dan tiga orang Albania mengubur narkoba kelas A dalam stoples.
Mereka diduga mengedarkan sekitar dua kilo kokain setiap bulan ke kota Arezzo dan Siena.
Ternyata, stoples itu tidak cukup untuk melindungi kokain dari moncong babi hutan.
Berdasarkan hasil sadapan telepon, aparat berhasil membuat dua di antaranya dipenjara dan dua lainnya ditempatkan di rumah tahanan.
• Anak Babi Jadi Boneka Uji, Diikat dan Tabrakkan dalam Kecepatan Tinggi, Tujuh Tewas Seketika
• Arham Kolektor Belasan Tanduk Hewan Endemik Sulawesi, Anoa Hingga Babi Rusa Ada
Geng itu telah beroperasi dari September 2018 hingga Maret 2019. Mereka menjualnya 85 euro atau Rp 1,3 juta per gram.
Investigasi berawal dari laporan tentang warga Albania berusia 21 tahun yang dibunuh pada Mei tahun lalu.
Bukan hanya para pengedar narkoba yang mengeluh dengan keberadaan babi lia, tapy juga para petani.
Para petani menggelar protes di Rima awal bulan ini lantaran keberadaan hewan yang menimbulkan kekacaun di lahan mereka.
Bahkan kawaban babi liar jua menyebabkan kecelakaan mobil yang fatal.
• Belasan Juta Per-kilo, Makanan Babi Ini Gizinya Baik Bagi Kesehatan Manusia
• Berkelahi di Lapangan, Kiper Legendaris Ini Nyaris Dihabisi Kartel Narkoba
Dua juta babi hutan diperkirakan berkeliaran di Italia, menurut presiden asosiasi pertanian, Coldiretti Ettore Prandini.
Dia mengatakan: "Ini bukan lagi hanya masalah kompensasi tetapi masalah keamanan pribadi dan itu harus diselesaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/babi-liar-bikin-pengedar-narkoba-merugi-hingga-ratusan-juta-rupiah.jpg)