Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

10 Pahlawan Pencegah Stunting Terima Penghargaan

10 Tokoh masyarakat mendapat pemghargaan dari pemerintah karena berbagai upaya yang telah dlakukan untuk mencegah stunting.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Kantor Staf Presiden
Ratna Megawangi dan Selina Patta Sumbung 

Teman Bumil menyediakan tool untuk memantau perkembangan janin serta tumbuh-kembang anak dengan memasukkan rekaman perkembangan anak di Fitur Grafik.

Selain Fitur Forum, dimana para Mums bisa curhat, Teman Bumil juga memberikan pembekalan melalui Kelas Online dan Offline sebersama dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, dan konselor laktasi.

Sejak dibentuk pada akhir 2017, Teman Bumil telah menemani lebih dari 800.000 Mums di seluruh Indonesia, mulai dari masa kehamilan hingga si Kecil berusia 3 tahun.

Robyn masuk daftar 17 milenial Indonesia yang paling breprestasi di Asia.

Daftar tersebut dirilis Forbes dalam “30 under 30 Asia” pada awal April 2019

6. Stevia Angesty

Ia menyelesaikan Pendidikan S1 di University of Illinois, Urbana Champaign dan S2 dari Stanford University dengan jurusan Material Science and Engineering.

Stevia pernah bekerja di McKinsey dan Gates Foundation.

Suatu ketika Stevia melakukan field study di 7 provinsi di Indonesia dan melihat buruknya kondisi sanitasi serta perilaku buang air besar sembarangan yang mengakibatkan diare yang berkelanjutan pada balita.

Stevia juga menemukan keterbatasan suplai toilet jongkok sebagai jenis yang diinginkan sebagian besar masyarakat.

Stevia bersama adiknya kemudian mendirikan FeelWell Ceramic (FWC) pada tahun 2016, sebuah perusahaan bermisi sosial untuk mewujudkan “Toilet untuk Semua” karena percaya bahwa akses toilet adalah hak setiap manusia.

Stevia menyebut dirinya sebagai sociopreneur

FWC telah mendistribusikan toilet jongkok dengan prioritas sasaran ke 100 kabupaten pencegahan stunting.

Sebagian keuntungan digunakan untuk pembangunan toilet umum (MCK) gratis di area yang belum memiliki toilet.

Apa yang dilakukan FWC pernah diliput di beberapa media seperti Kick Andy Show, Da Ai TV
Stevia mendapatkan award Woman of the Year 2018 oleh Her World Indonesia.

Meity HW Monteiro dan Aripin Ahmad
Meity HW Monteiro dan Aripin Ahmad (Kantor Staf Presiden)

7. Dra Meity HW Monteiro

Ia sering disapa Meity oleh kerabat dan rekan kerja yang ada du sekelilingnya.

Ia lahir 10 Mei 1955 dan dibesarkan di Ende.

Sejak 1979 ia memulai hidup di Sumba Barat setelah menikah dengan Agustinus Niga Dapawole yang saat ini menjabat Bupati Sumba Barat.

Ia terpanggil memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Melalui Taman Pawodda atau Gugus Tugas dalam penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dengan layanan dasar meliputi Kesehatan, Pengasuhan, Pendidikan, dan Perlindungan.

Khusus layanan kesehatan, isu stunting digaungkan.

Anak Sumba Sehat, Cerdas, Terlindungi dan Berkualitas adalah harapan yang selalu dihayati oleh Meity.

8. Aripin Ahmad

Ia menyelesaikan pendidikan diploma III Gizi pada Akademi Gizi Banda Aceh, S1 Sain Terapan Gizi dan S2 Gizi dan UGM, serta Doktor Ilmu Gizi IPB.

Aripin membuat konsep Rumoh Gizi Gampong (RGG) kemudian diadopsi menjadi salah satu bagian dari isi Pergub Aceh No.14/2019 khususnya upaya cegah stunting di level desa.

Selain menjadi dosen ilmu gizi di Poltekes Kemenkes Banda Aceh, Aripin juga menjadi tim ahli penyusunan roadmap dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan penanganan Stunting Kabupaten Aceh Timur, dan anggota tim koordinasi pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi di Aceh.

Aripin juga mengembangkan berbagai modul pelatihan, buku saku dan alat eduksasi lainnya terkait pola makan untuk pencegah stunting, serta memberikan pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik UIN Ar-Raniry Aceh dengan tema “Pencegahan Stunting”.

Aripin juga aktif sebagai narasumber dalam seminar, lokakarya dan narasumber pada Talkshow di TV lokal di Aceh dengan tema “ STUNTING”.

Noer Sari Wulan Kaban dan Heri Kurniawan
Noer Sari Wulan Kaban dan Heri Kurniawan (Kantor Staf Presiden)

9. Noer Wulan Sari Kaban

Ia lebih dikenal dengan panggilan Nonie.

Ia tumbuh dewasa di Sumatra, Kalimantan dan Jawa.

Nonie berpendidikan MBA dari University of East Anglia, UK, dan saat ini tinggal di Bali.

Nonie berminat dalam masalah bisnis dan sosial.

Obsesinya adalah bekerja sama dengan perusahaan untuk mengintegrasikan kegiatan sosial ke dalam praktik bisnis.

Bekerja dengan Kopernik sejak 2013 dan saat ini menjabat sebagai Direktur Kemitraan Masyarakat.

Dia mempunyai spesialisasi dalam program pemberdayaan ekonomi perempuan.

Bersama Kopernik, Nonie mengembangkan program pemenuhan kebutuhan air layak minum dengan menggunakan saringan air.

Program ini menyasar daerah terpencil dan tertinggal, sesuai dengan misi Kopernik yaitu mengurangi kemiskinan melalui eksperimen potensial yang dapat mengatasi tantangan yang dihadapi mereka yang tak terjangkau

10. Heri Kurniawan

Ia seorang anak muda kelahiran Sumatera Selatan.

Sekarang mahasiswa tahun ke-3 Hubungan Internasional di Universitas Pertamina Jakarta.

Heri terpilih sebagai Duta GenRe Indonesia Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018.

Sebuah program yang digagas oleh BKKBN untuk mendiseminasikan informasi dan melakukan advokasi tentang
Kesehatan reproduksi, Penundaan usia perkawinan dan Pencegahan stunting sejak dini.

Selain membagikan makanan sehat kepada peserta di RPTRA dan Posyandu.

Dia aktif di berbagai kegiatan sosial di seluruh wilayah yang ada di Jakarta termasuk Kepulauan Seribu sebagai salah satu dari 100 daerah prioritas stunting.

Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved