Breaking News
Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

10 Pahlawan Pencegah Stunting Terima Penghargaan

10 Tokoh masyarakat mendapat pemghargaan dari pemerintah karena berbagai upaya yang telah dlakukan untuk mencegah stunting.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Kantor Staf Presiden
Ratna Megawangi dan Selina Patta Sumbung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pencegahan stunting berhasil menurunkan tingkat gizi buruk di masyarakat.

Angka balita penderita stunting yang sebelumnya 35 persen, kini turun menjadi 28 persen.

“Presiden minta penurunannya lebih dipercepat lagi,” kata Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko, Jumat (15/11) di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Stunting sendiri bermakna, bayi gagal tumbuh akibat kurang gizi yang terjadi pada seribu hari pertama kehidupan.

Menurut Moeldoko, selain pemerintah yang terus menggenjot upaya penurunan angka stunting, peran masyarakat sangat penting.

Kantor Staf Presiden melihat sejumlah tokoh dan penggiat antistunting yang terus berkontribusi bagi masa depan manusia unggul di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Kantor Staf Presiden memberikan apresiasi terhadap kontribusi 10 orang yang berperan serta mencegah stunting, yakni anak-anak yang pertumbuhan fisiknya terhambat karena berbagai faktor.

Para pahlawan anti-stunting itu mendapat penghargaan dari pemerintah.

Ke depannya, Moeldoko berharap mereka terus berkontribusi.

Berikut ini profil 10 pahlawan anti-stunting yang mendapat penghargaan dari pemerintah :

1. Ratna Megawangi

Ia meraih gelar S1 dari IPB, S2 dan S3 dari Tufts University, Massachussets. Ia kemudian mengikuti progam post-doctoral dengan focus penelitian family and child development.

Bersama suaminya Sofyan A Djalil, ia adalah pendiri Indonesia Heritage Foundation, sebuah yayasan yang bergerak dalam pengembangan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK).

Ratna telah membina 3.300 sekolah PAUD yang menerapkan PHBK .

Selain mengajar di Departemen Ilmu keluarga dan Konsumen, IPB, Ratna aktif menulis di berbagai media massa, menulis buku dan pembicara diberbagai diskusi/seminar yang berkaitan dengan pendidikan, keluarga dan pengasuhan.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved