Indonesia Ditarget Finis Empat Besar SEA Games 2019
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali menargetkan kontingen Indonesia membawa pulang 45 medali emas
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Selain Manahati, yang membela PS Tira-Persikabo, Syarif juga akan mengevaluasi kondisi Beto dan Yama, sapaan Hansamu Yama Pranata. Beto mengalami kendala di bagian hamstring kanan.
Jumat (15/11) pagi ini, pemain kelahiran Belem, Brasil itu bakal menjalani USG. Beto sempat mengeluhkan sakit ketika melakoni latihan untuk laga uji coba pertama melawan Iran.
“Tergantung hasil besok (hari ini). Dari situ saya akan beri saran ke pelatih. Nanti pelatih yang putuskan Beto dibawa atau tidak," ucap Syarif yang memiliki klinik di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Sedangkan Yama sampai kemarin malam belum tiba di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, lokasi Garuda Muda menginap.
"Kalau sudah datang, kami akan cek lagi kebugaran Yama karena dia memang punya kelainan di tulang belakang. Yang jelas dalam memilih pemain, pelatih akan mempertimbangkan pemain yang benar-benar fit," ujar Syarif.
Tanpa senior?
Menurut Syarif, kebugaran jadi syarat mutlak mengingat jadwal padat selama SEA Games 2019. Bila lolos sampai partai puncak, Garuda Muda akan bertanding tujuh kali dalam kurun 14 hari.
Selain itu pemain akan bertanding di rumput sintetis, yang notabene lebih keras daripada rumput biasa.
“Tak mungkin kami bawa pemain yang setengah-setengah. Kalau saya lihat, coach Indra memilih pemain berdasarkan yang benar-benar fit, bukan nama besarnya," ucap eks petinju dan pelatih balap sepeda nasional tersebut.
Sementara Indra mengaku tengah mempertimbangkan untuk tidak menggunakan kuota pemain senior di SEA Games 2019. Sekadar informasi, setiap negara boleh menggunakan dua pemain yang lahir sebelum 1 Januari 1997.
Indra sebenarnya berusaha melakukan perubahan nama-nama pemain senior ke panitia pusat SEA Games 2019. Namun, keinginan mengganti pemain ditolak.
“Pendaftaran pemain sudah ditutup. Yang kami daftarkan kemarin itu pemain senior hanya boleh lima yakni Beto, Zulfiandi, Manahati, Hansamu, dan Evan. Manahati gak bisa dipaksakan, setelah kami daftarkan baru tahu (cedera). Setelah itu kami ajukan ke panitia, gak boleh ganti jadi kami hanya boleh pakai dari 5 itu (yang sudah didaftarkan)," kata Indra.
Saat ini, Indra--pelatih asal Sumatera Barat--berupaya memaksimalkan dua pemain senior tersisa yakni Evan dan Zulfiandi. Tapi di sisi lain, ia dan tim pelatih menyiapkan opsi untuk tidak menggunakan pemain senior di SEA Games 2019.
"Akan dilihat lagi nanti timnas U-23 di SEA Games butuh pemain senior atau tidak. Kan gak wajib juga pakai senior," ujar Indra yang mengaku tidak berpedoman kepada nama besar pemain.
Indra pribadi masih berharap tuah dari Evan dan Zulfiandi. Maklum, keduanya merupakan tulang punggung ketika memperkuat timnas Indonesia U-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/eksperimen-terakhir-indra-jelang-sea-games-2019-iran-anggap-indonesia-seperti-thailand.jpg)