Belajar Atasi Depresi dari Tikus

Skala kepribadian manusia ternyata mirip dengan tikus. Dasar ini, peneliti cari cara untul mengatasi stres.

Belajar Atasi Depresi dari Tikus
Berufstierrettung Rhein Neckar/ Freiwillige Feuerwehr Auerbach
Ilustrasi. Tikus gemuk yang terjebak di lubang penutup got. 

Faktor lingkungan tempat mereka hidup juga menentukan karakteristik individu tersebut.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tikus yang telah hidup selama beberapa generasi di laboratorium, ternyata masih memiliki sifat, kepribadian dan perilaku yang sama seperti yang diwarisi leluhur mereka, yang terbiasa hidup bebas di alam liar selama jutaan tahun.

Penelitian yang berguna untuk manusia

Salah seorang peneliti utama, Dr. Oren Forkosh menekankan, dengan memahami bagaimana anak-anak mewarisi aspek-aspek tertentu dari kepribadian mereka.

Marion Jola Stres Kerap Jadi Korban Bully, Hingga Alami Migrain

Dapat membuka visi baru cara mendiagnosa dan menentukan pengobatan penyakit mental dengan lebih baik.

Jika faktor gen ini memicu perilaku patologis, meneliti bagaimana gen membentuk kepribadian, dapat membantu perkembangan terapi psikoterapi yang lebih individual.

Terapi secara individual, juga termasuk pemberian resep obat yang lebih spesifik dan efektif untuk mengobati penyakit depresi.

Obat yang dirancang individual, bisa difokuskan untuk mengidentifikasi beberapa karakteristik bawaan manusia.

Seperti, sifat terbuka dan neurotisisme, yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam pengobatan spesifik.

Polisi Amankan Ribuan Liter Cap Tikus yang Hendak ke Provinsi Ini!

Dengan mengidentifikasi kaitan antara kepribadian, gen dan obat-obatan, diharapkan bisa membantu menemukan kecocokan antara pasien yang menderita penyakit mental dan terapi yang efektif.

Halaman
1234
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved