Surya Paloh dan Jokowi 'Balasan Pantun' di Acara Nasdem
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berkelakar kepada Presiden Joko Widodo dalam pidato sambutannya
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Ia menegaskan bahwa momen tersebut tak lantas menandakan Nasdem berkoalisi dengan PKS yang merupakan partai oposisi. Kendati demikian, Jokowi mengakui tetap ada kecemburuan saat melihat momen tersebut. "Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul Iman itu hanya masalah kecemburuan.
Masalah kecemburuan karena saya memang tak pernah dirangkul seerat itu," kata Jokowi. "Jadi setelah ini, saya akan peluk erat bang Surya lebih erat dari beliau peluk Sohibul Iman," sambung Jokowi disambut riuh para kader Nasdem.
Jokowi pun menegaskan, meski ia cemburu, namun ia juga menilai tidak ada yang salah dengan pelukan Surya dan Sohibul. Jokowi justru menilai momen tersebut positif bagi bangsa.
"Rangkulan itu apa yang salah. Itu bagus. Sekali lagi semua kembali pada niatnya. Kalau niatnya untuk komitmen kenegaraan apa yang salah. Apa yang keliru," kata dia.
Bukan sekali ini saja Jokowi bicara soal pelukan erat Surya dan Sohibul. Jokowi juga sebelumnya sempat menyinggung soal momen pelukan itu saat menghadiri HUT Golkar yang juga dihadiri Surya Paloh. Namun, Jokowi menegaskan ia hanya bercanda dan tak ada maksud untuk menyindir.
"Biasa candaan seorang sahabat yang sudah dekat biasa. Jangan ditanggapi ke sana ke sini. Ada yang curiga, ada yang sinisme, ada yang enggak percaya. Apanya yang salah," kata Jokowi. Setelah turun dari panggung dan kembali ke kursinya, Jokowi pun memenuhi janjinya dan langsung memeluk Surya Paloh. Momen itu disambut riuh para kader Nasdem yang hadir.
Surya Paloh Lantik Diri Sendiri
Surya Paloh terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Nasdem periode 2019-2024 dalam Kongres ke-2 Partai Nasdem di Jakarta Internasional Expo (JI Expo) Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).
"Tentu atas izin peserta Kongres II Partai Nasdem setelah menyebutkan nama-nama DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Maka sekaligus atas nama dan seizin saudara-sudara, saya akan melantik diri saya sendiri," kata Paloh.
"Apakah bisa disetujui?," tanya Surya. "Setuju," jawab seluruh kader.
Dalam sidang pleno, awalnya Surya mengumumkan nama-nama pengurus DPP Partai Nasdem.
Struktur dibentuk mulai dari Ketua DPP hingga ke tingkat Sekretaris Jendral. Paloh kembali menunjuk Johnny G Plate menjadi sekjen partai yang dipimpinnya. "Ketum tampaknya susah pisah dengan manusia ini. Menkominfo kita adalah sekjen kita," kata Paloh.
Struktur pengurus Partai Nasdem periode 2019-2024 ini relatif berbeda dengan komposisi pengurus periode sebelumnya. NasDem menambahkan posisi Wakil Ketua Umum dalam struktur partai dengan menempatkan Ahmad M Ali sebagai pengisinya.
Surya Paloh membentuk struktur organisasi kepengurusan partai dengan tiga ketua bidang strategis dengan sub-bidang.
Surya Paloh juga mengangkat putranya, Prananda Surya Paloh (31 th), sebagai Ketua Koordinasi Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu). Disebutkan Paloh, jabatan ini merupakan posisi penting mengingat ketua Bappilu akan menentukan strategi pemenangan partai pada pemilu 2024 mendatang. "Tugas berat ini kita percayakan pada Prananda Surya Paloh. Tugas paling berat ini," kata Paloh.