Imam Nahrawi Tersangka Suap Rp 14.7 M Gagal Bebas dari Rutan Guntur

Mantan Menpora Imam Nahrawi gagal bebas dari Rutan Guntur, setelah hakim PN Jakarta menolak gugatan praperadilan yang diajukannya.

Imam Nahrawi Tersangka Suap Rp 14.7 M Gagal Bebas dari Rutan Guntur
KompasTV
Mantan Menpora Imam Nahrawi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Menpora Imam Nahrawi gagal lolos dari penahanan KPK. Ini setelah hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta menolak permohonan praperadilan yang diajukannya.

Dalam sidang putusan di PN Jakarta, Selasa (12/11/2019), hakim tunggal, Elfian, menyatakan, penetapan tersangka korupsi dan penahanan KPK terhadap Imam Nahrawi adalah sah secara hukum.

"Mengadili, menyatakan eksepsi pemohon tidak dapat diterima. Menolak permohonan praperadilan untuk seluruhnya," kata Elfian saat membacakan putusan.

Dengan putusan praperadilan itu, maka Imam Nahrawi tetap di tempat penahanannya, Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu harus siap menjalani persidangan kasus dugaan korupsinya di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Hakim dalam pertimbangannya menyatakan, proses penetapan tersangka sebagaimana Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Sprin.Dik/94/DIK.00/01/08/2019 tertanggal 28 Agustus 2019 adalah sah dan sesuai prosedur.

Mantan Menpora Imam Nahrawi Minta Dibebaskan

"Termohon telah memiliki dua alat bukti yang sah, yaitu alat bukti saksi dan alat bukti surat yang berkaitan dengan perkara a quo," ujarnya.

Selain itu, hakim juga menilai penahanan yang dilakukan KPK kepada Imam Nahrawi tertanggal 27 September 2019 adalah sah.

Hakim juga pernyataan tiga pimpinan KPK, yakni Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif, yang mengembalikan operasional lembaga KPK kepada Presiden Joko Widodo pada 13 September 2019 adalah tidak menyebabkan kekosongan pimpinan.

Sebab, berdasarkan undang-undang, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya diangkat dan diberhentikan presiden.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved