News

Sikapi Laporan Dewi Tanjung, Tim Advokasi Novel Baswedan Akan Ambil Langkah Hukum

Tim Advokasi Novel Baswedan akan menempuh upaya hukum terhadap Politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung.

Sikapi Laporan Dewi Tanjung, Tim Advokasi Novel Baswedan Akan Ambil Langkah Hukum
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Muhammad Isnur, menilai upaya pelaporan Novel Baswedan ke Bareskrim Polri yang dilakukan Politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung, merupakan bentuk kriminalisasi.

Tim Advokasi Novel Baswedan akan menempuh upaya hukum terhadap Politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung.

Upaya hukum dilakukan setelah Dewi Tanjung melaporkan penyidik KPK, Novel Baswedan ke Bareskrim Polri terkait dugaan merekayasa kasus penyiraman air keras.

"Kami akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana terkait fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan," kata Muhammad Isnur, anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, dia meminta, kepada aparat kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan yang diajukan tersebut.

Serta, mendesak kepada Presiden Joko Widodo untuk segera menuntaskan pengungkapan kasus Novel Baswedan dengan cara membentuk tim independen yang bertanggungjawab secara langsung kepada presiden.

Kuasa Hukum Novel Geram, Sebut Dewi Tanjung Tidak Punya Rasa Kemanusiaan Karena Laporkan Novel

Bentuk Kriminalisasi

Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Muhammad Isnur, menilai upaya pelaporan Novel Baswedan ke Bareskrim Polri yang dilakukan Politikus PDI Perjuangan, Dewi Tanjung, merupakan bentuk kriminalisasi.

Menurut dia, laporan tersebut bentuk kriminalisasi dan serangan terhadap korban.

Seperti halnya serangan yang selama ini diterima Novel Baswedan di media sosial menggunakan buzzer, pernyataan-pernyataan politikus, tokoh ormas, dan orang-orang yang tidak suka dengan KPK.

Halaman
1234
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved