Berita Bolmong
Pemerintah Kabupaten Ini Hadiri Gerakan 100 Smart City
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menghadiri kegiatan gerakan percepatan 100 smart city.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menghadiri kegiatan gerakan percepatan 100 smart city, Senin sampai dengan Rabu pekan ini.
Kepala dinas komunikasi dan informatika Parman Ginano mengatakan sesuai penyampaian dalam pembukaan sampai penutupan Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana membangun lebih banyak infrastruktur pendukung guna mendorong percepatan Gerakan 100 Smart City.
Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate menyebut salah satu bentuk dukungan tersebut melalui pembangunan BTS dan persiapan peluncuran satelit multifungsi.
Selanjutnya Langkah itu diambil untuk mendukung terlaksananya program pembangunan Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia.
“Di samping existing, Kominfo juga sudah lakukan pembangunan backbone serat optik Palapa Ring, juga membangun BTS di wilayah Indonesia yang belum terjangkau.
"Total kami targetkan 5.000 BTS, kini sudah ada 1.500 BTS untuk tahun ini dan kami akan menambah 3.447 BTS lagi pada 2020,” ujar Menteri Jhonny saat dalam acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (06/11/2019).
Menteri Kominfo menyatakan peluncuran satelit diharapkan dapat berlangsung pada 2021
“Paling lambat, 2022 sudah dilakukan sehingga 2024 satelit bisa mulai berfungsi,” katanya.
Soal smart city, Menteri Johnny mengaku pemerintah kini tidak lagi menargetkan berapa jumlah smart city yang akan muncul pada 2020.
Pasalnya, kota cerdas berkembang secara dinamis, seiring dengan perkembangan infrastruktur di setiap kota dan kabupaten.
“Kota cerdas itu berkembang secara dinamis, jadi tidak ada kata selesai. Yang ada hanyalah perbaikan-perbaikan, sehingga yang kami lakukan adalah evaluasi perkembangan,” paparnya.
Saat ini Indonesia telah memiliki 100 kota cerdas.
Angka itu terus bertambah sejak 2017, saat Indonesia hanya memiliki 25 kota cerdas.
Kemudian pada 2018, jumlah itu bertambah sebanyak 50 kota cerdas. Begitu pula pada 2019, kota cerdas di Indonesia bertambah 25 kota.
Menteri Kominfo Johnny menyebut, pekerjaan pemerintah masih banyak untuk mendukung smart city. Tercatat, masih ada 400 kota/kabupaten yang belum menerapkan konsep smart city.