News
2050 Jakarta Tenggelam? Panel Ilmuwan PBB Memprediksi Begini, Berikut Penjelasan dan Penyebabnya
Jakarta dan tujuh negara di Asia diprediksi akan tenggelam pada 2050. Naiknya permukaan air laut salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim.
Salah satu hal yang disorot dalam jurnal Nature Communication adalah pengaruh tingkat elevasi dan topografi.
"Paper ini saya lihat lebih banyak mengakurasikan berdasarkan elevasi dan topografi, tidak menyoroti hal lain seperti dalam laporan PBB, misalnya kalau Jakarta juga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat lokal," ungkapnya.
Jakarta tenggelam bukan cuma karena perubahan iklim
Untuk penurunan muka tanah di Jakarta, Intan mengatakan, tak hanya disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut.
Tanah di Jakarta juga turun karena perilaku masyarakat kita, yakni penyedotan air tanah.
Laporan IPCC menunjukkan, perubahan iklim menyebabkan laut semakin panas, semakin asam, dan kekurangan kadar oksigen.
Namun, pengasaman atau penurunan pH air laut bisa disebabkan karena pengasaman laut (ocean acidification) dan pengasaman pesisir (coastal acidification).
Pengasaman laut adalah penurunan tingkat keasaman air laut akibat reaksi antara gas rumah kaca CO2 dan air laut.
Namun Intan mengatakan, di kawasan perairan Indonesia juga terjadi pengasaman pesisir oleh aktivitas lokal manusia.
Misalnya karena pembuangan limbah yang membuat laju pengasaman air laut lebih tinggi dibanding secara global.
Meski sulit, ada beberapa hal yang menurut Intan bisa dilakukan untuk merespons keadaan ini.
• Jelang Pilkada Solo 2020, Puluhan Posko di Sejumlah Wilayah, Mulai Dirikan Relawan Pendukung Gibran
• Kebijakan Pada Pimpinan KPK Setelah UU KPK Hasil Revisi Masih Tetap Berlaku
Salah satunya dengan pembuatan tanggul, penganggulangan limbah yang efektif, dan restorasi ekosistem lamun yang dapat memengaruhi pH air laut secara lokal.
"Yang pasti kita harus melakukan aksi-aksi adaptasi, enggak bisa kita cuma diem saja. Di laporan PBB ada banyak cara untuk menanggulangi ini, bisa kita bikin tanggul, bisa dimundurin kotanya istilahnya, dan lain-lain," ungkap Intan.
"Intinya adalah, kalau kita melakukan adaptasi, dampak untuk melindungi masyarakat cukup signifikan di kota-kota besar, karena kan populasinya lebih tinggi," sambungnya.
Namun menurutnya, untuk di kota-kota besar memang harus membangun semacam tanggul.
Intan mengingatkan, selain Jakarta, kota-kota besar yang landai seperti Semarang dan pulau-pulau kecil di Indonesia sebenarnya juga terancam tenggelam hingga 2100.
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kota-jakarta-12121212.jpg)