Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

2050 Jakarta Tenggelam? Panel Ilmuwan PBB Memprediksi Begini, Berikut Penjelasan dan Penyebabnya

Jakarta dan tujuh negara di Asia diprediksi akan tenggelam pada 2050. Naiknya permukaan air laut salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Pemandangan gedung bertingkat dengan gumpalan awan hitam yang menggelayut diatas langit Kota Jakarta terlihat dari Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca buruk berupa hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda sebagian wilayah di Jabodetabek. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa ahlimemprediksi bahwa DKI Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050.

Jakarta dan tujuh negara di Asia diprediksi akan tenggelam pada 2050.

Hal tersebut diungkap dalam laporan berjudul New elevation data triple estimates of global vulnerability to sea-level rise and coastal flooding yang terbit di jurnal Nature Communications pada 29 Oktober 2019.

Dalam laporan ini, para ahli mengukur topografi garis pantai di seluruh dunia dan menemukan kenaikan air laut yang naik drastis dalam dekade terakhir.

Hal ini kemudian menguatkan prediksi, pada 2050 nanti sebagian besar permukaan laut di seluruh dunia bakal naik mencapai dua meter atau lebih.

Naiknya permukaan air laut salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim.

Dari seluruh negara di dunia yang diteliti, ahli mengungkap Asia adalah wilayah yang paling merasakan dampaknya, terutama negara-negara kepulauan.

Setidaknya akan ada 300 juta warga Asia yang bakal selalu merasakan banjir tahunan di masa depan.

PRAKIRAAN Cuaca BMKG Hari Ini Jumat 8 November 2019, Daerah Potensi Hujan Siang, Dini Hari dan Malam

Disalahkan atas Kasus APBD Tak Wajar, Anies Baswedan Mendapat Pesan dari Politisi PDIP Ima Mahdiah

"Kami menemukan, lebih dari 70 persen orang yang terdampak tinggal di delapan negara, yakni China, Bangladesh, India, Vietnam, Indonesia (Jakarta), Thailand, Filipina, dan Jepang," ungkap peneliti Scott Kulp dan Benjamin Straus.

Disebutkan dalam laporan tersebut, laut di pesisir Bangladesh, India, Indonesia, dan Filipina akan mengalami kenaikan lima sampai 10 kali lipat pada 2050.

Sementara di China, kenaikan muka air lautnya tiga kali lipat, dan di Bangkok, Thailand 12 kali lipat.

Padahal, saat ini sudah ada banyak penduduk di berbagai negara yang tinggal di area yang tanahnya lebih rendah dibanding permukaan laut.

etode pengukuran yang lebih akurat. Dan mereka memberi contoh beberapa kota, termasuk Jakarta yang merupakan isu cukup hot ya (diprediksi tenggelam)," katanya yang juga merupakan panel ahli perubahan iklim antar pemerintah (IPCC) PBB.

Terkait perubahan muka laut yang selalu berubah, Intan mengatakan, saat ini panel ilmuwan IPCC PBB juga menyoroti isu perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut dengan merilis Special Report on Ocean and Cryosphere in a Changing Climate (SROCC), kajian terkait kondisi laut dan kriosfer (gletser, lapisan es, dsb) di dunia.

"Kita tahu, permukaan air laut berubah. Berubahnya dari satu tempat ke tempat lain bisa sangat berbeda. Ini juga yang disoroti reportnya IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) PBB," ungkapnya.

Indonesia dan negara-negara di Asia yang terancam tenggelam pada 2050. Warna biru dan merah muda menunjukkan area yang saat ini sudah berada di bawah permukaan laut.
Indonesia dan negara-negara di Asia yang terancam tenggelam pada 2050. Warna biru dan merah muda menunjukkan area yang saat ini sudah berada di bawah permukaan laut. (Nature)

Menurut Intan, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi perubahan permukaan air laut.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved