Orangtua Bekerja, Bayi Kembar Siam Dijaga Nenek
Hesti bekerja sebagai bidan di Klinik yang ada di Tangerang. Sementara Beri berdagang aksesori di bilangan Pasar Lama
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Jelang operasi pemisahan tubuh, bayi kembar siam Ardi dan Ardan (14 bulan) setiap harinya harus ditinggal pergi orangtuanya bekerja. Keduanya dijaga oleh neneknya.
Hesti bekerja sebagai bidan di Klinik yang ada di Tangerang. Sementara Beri berdagang aksesori di bilangan Pasar Lama, Kota Tangerang.
• Atalanta vs Manchester City: Kunci Kalahkan Liverpool
"Ya memang orangtuanya kerja, tapi kebetulan hari ini saya libur. Biasanya kalau saya kerja, yang jaga neneknya," tutur Hesti Novianti (28), ibu dari bayo kembar siam Muhammad Ardi Firdaus dan Muhammad Ardan Firdaus saat ditemui di kediamannya di RT 03/03 Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Selasa (5/11)
Adalah Astimah (49), ibu dari Hesti yang menjaga Ardi-Ardan. "Ibu saya yang jadi kerepotan. Belum lagi ditambah mengurus anak pertama saya yang bernama Muhammad Ali Firdaus berumur 5 tahun," ucapnya.
Anak sulungnya itu masih duduk di bangku taman kanak‑kanak. Berangkat dan pulang sekolah naik sepeda. "Neneknya juga bantuin kerjakan PR‑nya (pekerjaan rumah)," kata Hesti.
Dia mengaku merasakan betul letihnya merawat Ardi dan Ardan sebab perlu perhatian khusus dalam merawatnya.
"Memang lebih sulit, capek rasanya tapi untungnya dibantu ibu saya. Susah mandiinnya, kan berdua nempel. Kepalanya bergerak‑gerak," kata Hesti.
Dia juga mengaku sering kelimpungan jika sang bayi terus menerus menangis secara bergantian. "Kalau rewel biasa digendong, nangisnya ribet. Kadang yang satu nangis, terus yang satu lagi enggak nangis. Begitu juga kalau tidur, enggak bersamaan. Harus dijagain terus," ungkapnya.
• Bayi 15 Menit dalam Mesin Cuci: Simak Pengakuan sang Ibu
Hal serupa juga dengan asupan makanan. Bayi kembar ini terlahir dengan bobot besar berkisar 5 kilogram. "Makan seperti bayi pada umumnya. Tapi kalau kasih susunya yang berbeda. Ardan diberikan susu karena badannya lebih kecil dari Ardi. Kalau Ardi tidak diberikan susu formula," tutur Hesti.
Menurut Hesti, menjelang proses operasi pihak keluarga harus benar ‑ benar intens menjaga bayi kembar siam ini. Kondisi lingkungan harus steril tidak boleh ada orang sembarang yang masuk ke rumah.
"Memang harus steril, takutnya ada orang masuk tapi dalam keadaan sakit seperti flu dan batuk, kan nanti virusnya bisa nyebar ke bayinya. Persiapan operasi terus diberikan vitamin dan susu," paparnya.
Cemas
Hesti yang dinikahi Berry enam tahun lalu menjelaskan awal dirinya tahu kondisi janinnya kembar siam. "Cerita awalnya pas hamil usia 24 Minggu saya cek USG. Di situ baru ketahuan kalau bayi saya ini kembar siam," ujar Hesti.
Kedua bola matanya tampak berkaca-kaca ketika mengenang masa-masa itu. Kala itu, Hesti ditemani Berry memeriksa kandungannya di Klinik Kehamilan Sehat, Cipondoh, Kota Tangerang. "Dari situ saya dianjurkan ke Rumah Sakit Harapan Kita untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
Awalnya Hesti enggan berkunjung ke Rumah Sakit Harapan Kita. Sebab jarak tempuhnya menurutnya terlampau jauh dari rumahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tim-dokter_2.jpg)