Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi Bicara KPK, Ahok: Jadi Dewan Pengawas KPK Itu Hoaks

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah isu dia akan menjadi anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah isu dia akan menjadi anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Basuki mengaku tidak ada komunikasi antara dia dan pihak Istana soal Dewan Pengawas KPK.

Begini Hasil Survei LSI, Terkait Publik Lebih Takut Berbicara Politik di Era Presiden Jokowi?

"Hoaks itu," ujar Basuki kepada Tribun Network, Selasa (5/11).

Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut disebut-sebut akan menjadi anggota Dewan Pengawas KPK. Kabar ini diembuskan oleh akun Twitter @kurawa milik Rudi Valinka. Dalam cuitannya, Rudi menuliskan dukungan kepada Basuki menjadi anggota Dewan Pengawas KPK. Selain Basuki, orang yang disebut-sebut akan menjadi anggota Dewan Pengawas KPK adalah Antasari Azhar, mantan ketua KPK.

Basuki menegaskan kabar tersebut tidak benar. Dia bahkan mengatakan sejauh ini tidak ada komunikasi antara dia dengan pihak Istana terkait keanggotaan Dewan Pengawas KPK.

"Tidak ada," kata Basuki.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. Masinton mengatakan kabar tersebut adalah kabar bohong alias hoaks. Menurut Masinton informasi tersebut sengaja disebar untuk membangun sentimen antirevisi undang-undang KPK.

Masinton Pasaribu menilai masih terlalu jauh mendesain komposisi orang-orang yang akan mengisi Dewan Pengawas KPK. Masinton mengatakan Presiden Joko Widodo saat ini masih di tahap memilih lima orang yang akan menjadi anggota Dewan Pengawas KPK.

"Saya menduga isu tersebut diembuskan dari internal KPK yang sedang mengalami frustrasi terhadap revisi UU 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Segala cara diembuskan lewat cara mendistorsi informasi ke publik melalui isu-isu kacangan," kata Masinton kepada Tribun Network, Selasa (5/11).

Menanggapi isu tersebut, Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, menilai Dewan Pengawas KPK sebaiknya diisi oleh orang yang tidak terlibat kasus maupun massalah. Anggota Dewan Pengawas KPK tidak boleh pernah bermasalah secara pidana maupun etika menurut Ujang.

Ujang mengatakan jika nanti Dewan Pengawas KPK diisi oleh orang-orang seperti itu, maka berpotensi merusak wibawa KPK dan Presiden Joko Widodo. Nama Joko Widodo menjadi pertaruhan karena dia adalah orang yang menunjuk lima anggota Dewan Pengawas KPK.

"Cari figur-figur yang berintegritas, yang bersih. Jika tidak, maka hancurlah negara ini. Jangan sampai KPK atau negara ini diurus oleh orang-orang yang bermasalah," kata Ujang kepada Tribun Network, Selasa (5/11).

Dandim Harap Kabupaten Ini Semakin Maju

Terkait Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Ujang menyarankan Presiden Jokowi untuk menempatkan Ahok di posisi lain. Hal ini berbeda jika Jokowi memberikan posisi kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra.

"Nanti kontra produktif (memilih Ahok sebagai anggota, red). Seandainya Jokowi mau memberikan jabatan ke Ahok, berikan saja di tempat lain. Yusril masih bisa diterima karena dia belum ada masalah hukum di pengadilan," ujar direktur eksekutif Indonesia Political Review tersebut.

Pada Jumat (1/11) lalu Presiden Jokowi mengatakan pemilihan anggota Dewan Pengawas KPK tidak akan melalui panitia seleksi. Meski tidak melalui panitia seleksi dan dipilih langsung oleh dia, Jokowi meminta masyarakat percaya kepada pilihannya. Jokowi memastikan orang-orang yang terpilih nanti adalah orang yang memiliki kredibilitas yang baik.

Aktivis antikorupsi dari Indonesian Legal Roundtable Erwin Natosmal Oemar mengusulkan tiga nama untuk menjadi anggota Dewan Pengawas KPK. Tiga nama tersebut adalah mantan dan calon mantan komisioner KPK.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved