Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bayi 15 Menit dalam Mesin Cuci: Simak Pengakuan sang Ibu

Betapa kalutnya Sutina (36). Meski berstatus janda dan sudah punya dua anak, dia harus berjuang sendirian melahirkan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribunnews
Sutina, ibu yang memasukan bayinya ke mesin cuci. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, PALEMBANG - Betapa kalutnya Sutina (36). Meski berstatus janda dan sudah punya dua anak, dia harus berjuang sendirian melahirkan bayi di kamar mandi rumah majikannya di Jalan Telaga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Senin (4/11) pukul 11.00.

Pintu digedor-gedor pula oleh Dedek Wulandari (28), rekannya sesama asisten rumah tangga yang curiga Sutina lama di kamar mandi lantai 1. Sutina berdalih sedang sakit perut. Dia minta tolong untuk diambilkan handuk. Dedek langsung mengambilkan handuk yang dimaksud. Sutina juga minta diambilkan pakaian.

Menkes Terawan Gemetar Rapat di DPR

Usai berpakaian di dalam kamar mandi, Sutina keluar dan langsung menuju ke lantai dua rumah majikannya dengan membawa baju kotor yang sebelumnya dia pakai. Dedek tak mengetahui kalau Sutina membawa bayi yang dia bungkus plastik dan dibalut handuk.

Sutina pergi ke kamar mandi lantai dua. Tak ingin diketahui majikan dan teman sesama asisten rumah tangga, dia tega sembunyikan bayi yang baru saja dilahirkan ke dalam mesin cuci milik majikannya.

Dedek kembali bertemu Sutina. Dia melihat wajah rekannya itu pucat. Lantas diajak melapor ke majikan. Annisa mengantar Sutina naik mobil ke RS Siloam. Di perjalanan ternyata KTP Sutina tak dibawa. Annisa menelepon ke rumah.

Dedek dan Sulastri (47), ART lainnya, mencari kartu identitas Sutina di pakaian kotor di kamar mandi lantai 2. Saat itulah mereka mendengar suara suara tangisan bayi dari dalam mesin cuci yang berada di dalam kamar mandi.

Mesin cuci didekati ternyata memang berisi bayi laki-laki. Sulastri dan Dedek yang mengetahui hal tersebut lantas memberitahu Lendi Ardiansyah.

Ketika diperiksa, di dalam mesin cuci tersebut terdapat bungkusan kantong plastik yang dibalut dengan handuk. Saat diperiksa, ternyata di dalam bungkusan tersebut berisikan bayi laki-laki.

Jokowi Bicara KPK, Ahok: Jadi Dewan Pengawas KPK Itu Hoaks

Melihat kondisi bayi yang lemah, pemilik rumah dan dua rekan kerja Sutina langsung membawa bayi laki-laki tersebut ke rumah sakit. Ada sekira 15 menit bayi tersebut mendekam di dalam mesin cuci.

Setelah sempat mendapatkan perawatan di NICU RS Siloam Palembang, bayi laki-laki Sutina meninggal dunia, pukul 20.30. Tim forensik rumah sakit Bhayangkara telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap bayi yang tewas setelah dimasukkan ke mesin cuci oleh ibu kandungnya. Dokter forensik rumah sakit Bhayangkara, dr Indra Sakti Nasution Spf mengatakan ditemukan luka lecet di leher sebelah kiri dan bibir atas sebelah kanan bayi malang tersebut. "Namun kami tidak bisa memastikan secara pasti penyebab meninggalnya bayi tersebut. Sebab hanya melakukan pemeriksaan luar," ujarnya.

Dikatakan dr Indra, dari kondisinya, diketahui bayi tersebut diperkirakan berusia 9 bulan dan cukup masa untuk dilahirkan. "Kami telah melakukan pemeriksaan dan selanjutnya kami kembalikan ke tim penyidik," ucapnya. 

Terkait luka tersebut, Sutina mengaku sama sekali tidak melakukan tindak kekerasan pada bayinya. Menurutnya, luka di tubuh bayi itu dikarenakan terjatuh saat dilahirkan.

"Karena saya melahirkannya dengan posisi berdiri. Jadi bayi itu terjatuh saat dilahirkan. Mungkin itu yang menyebabkan luka di tubuhnya," kata Sutina.

Pacar Menghilang

Dikatakan Sutina, saat pertama bekerja sebagai baby sitter di keluarga Ferdyta Azhar, dirinya tidak tahu bahwa sedang hamil. Dia baru sadar ada bayi di dalam perutnya setelah dua bulan bekerja. Tepatnya saat dia merasa ada sesuatu yang bergerak di perutnya.

"Saya kerja hampir 6 bulan. Melamar kerja sendiri karena dapat info dari teman. Saat itu saya tidak tahu kalau sedang hamil," ujarnya.

Saat ditemui di Mapolresta Palembang, perempuan asal Desa Tulus Ayu Kecamatan Belitang Kabupaten Oku Timur tersebut mengaku tak ada niat sama sekali untuk membunuh anak yang baru saja dilahirkannya.

KPK-Polri-Kejaksaan Usut Desa Siluman: Mendes Bantah Ada Dana Fiktif

"Rencananya anak itu mau saya sembunyikan dulu. Selanjutnya akan saya bawa ke panti asuhan. Tapi sebelum itu terjadi, rupanya ketahuan dan kemudian dibawa ke rumah sakit sama orang di rumah," ujarnya.

Berdasarkan pengakuannya, bayinya di masukkan ke mesin cuci yang tidak menyala. "Tidak hidup mesin cucinya, saya letakkan di dalamnya dan digulung dengan selimut," ucap Sutina yang terus menutupi wajahnya.

Dikatakan Sutina, dirinya  telah menjanda selama 7 tahun.  Dari hasil pernikahan sebelumnya, dia memiliki 2 orang anak yang saat ini dirawat oleh orang tuanya. Sedangkan bayi yang meninggal itu adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria bernama Andi. Pria tersebut diketahui bekerja di bengkel kawasan kota Palembang dan menghilang tanpa kabar sejak Sutina mengaku hamil.

"Saya tidak tahu Andi itu kerja di bengkel mana. Tahunya di Palembang saja. Kenalnya dari teman dan sejak itu kami berhubungan. Tapi sejak saya bilang hamil, dia hilang tanpa jejak," ucapnya.

Atas kejadian ini, Sutina mengaku sangat menyesal. Namun dia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Iya saya mengaku salah dan menyesalinya," kata dia.  Sutina mengaku tidak tahu berapa bulan umur kandungannya saat kehamilan itu pertama kali diketahuinya. Dia menyembunyikan kehamilan dengan cara memakai stagen.

Diketahui, majikan Sutinah adalah Ferdyta Azhar yang merupakan anak kedua Ishak Mekki, mantan wakil Gubernur Sumatera Selatan. Suharyono, perwakilan keluarga Ishak Mekki membenarkan status Sutina yang bekerja di rumah salah satu orang ternama di Sumsel itu.

"Sutina baru bekerja selama 6 bulan. Dia adalah warga Belitang Oku timur," ujarnya.

Berdasarkan keterangannya, Sutina menjadi baby sitter di keluarga Ferdyta Azhar melalui penyalur.  Sebelum diterima bekerja, Sutina mengaku sebagai seorang janda tanpa anak. Bahkan rekan satu kamarnya juga tidak mengetahui kehamilan Sutina.

"Tidak ada yang tahu, itulah seluruh penghuni rumah terkejut,"ucap Suharyono.

Terkait penyebab pasti tewasnya bayi yang baru dilahirkan Sutina, Suharyono belum mengetahuinya. Namun berdasarkan keterangan penghuni rumah, diduga bayi tersebut meninggal bukan karena digiling oleh mesin cuci.

"Salah seorang penghuni rumah mengatakan saat ditemukan di dalam mesin cuci, bayi tersebut masih hidup. Tapi di dalam kantong plastik hitam. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong," jelasnya.

"Tapi bagaimana kejelasan dari kasus ini, semuanya kami serahkan ke aparat kepolisian," sambungnya

Keluarga Ferdyan Azhar tidak mengetahui kalau selama ini Sutina dalam kondisi hamil. "Dari sesama rekan kerja Sutina ini, juga tidak mengetahui bila dia itu hamil. Karena, perutnya ditutupi pakai stagen," ujar kuasa hukum keluarga Ishak Mekki yakni Firdaus Hasbullah.

Pihak keluarga langsung melaporkan ke polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena dari pihak keluarga Ferdyan Azhar sama sekali tidak mengetahui bila Sutina yang ikut bekerja untuk mengasuh anak dari Ferdyan Azhar dalam kondisi hamil.

Enam bulan lalu Sutina bekerja sebagai baby sitter untuk mengasuh anak Ferdyan Azhar di Jakarta. Meski dari Belitang OKU Timur, Sutina disalurkan agen baby sitter dari Jakarta. Saat keluarga Ferdyan Azhar ke Palembang, Sutina juga ikut ke Palembang.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah didampingi Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Wirana, membenarkan kalau anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang mengamankan pelaku dirumah majikannya Ferdyta Azhar pada Selasa, (5/11) sekitar pukul 10.00.

"Kemudian pelaku kita digiring ke Polresta Palembang dan akan kita kembangkan, pelaku terancam hukuman  penjara selama 20 tahun penjara atas ulahnya tersebut," tutupnya.

Saya Lahirkan Bayi Posisi Berdiri

Apa sebab Sutina (36) tega memasukkan bayi yang baru dia lahirkan ke dalam mesin suci? Berikut wawancara eksklusif Tribun.

Mengapa Anda tega memasukkan bayi yang baru Anda lahirkan ke dalam mesin cuci?

Sebenarnya hanya ingin menyembunyikan saja di dalam mesin cuci untuk sementara. Sebenarnya (bayi itu) mau dikasihkan ke panti asuhan.

Mengapa Anda melakukannya?

Karena ayahnya (bayi) tidak mengakui kalau itu anaknya.

Siapa ayah dari bayi yang Anda lahirkan?

Pacar saya.

Siapa pacar Anda?

(Hanya diam dan menutup wajah dengan tangan).

Artinya, selama mengandung, orang-orang di tempat Anda bekerja tahu perihal kehamilan Anda?

Selama kerja pakai korset.

Anda benar-benar melahirkan bayi itu di kamar mandi?

Iya.

Melahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain?

Iya. Posisi saya berdiri, bayinya begitu keluar langsung jatuh ke lantai.

Setelah bayi lahir, selanjutnya Anda bawa ke mana?

Waktu melahirkan saya ada di kamar mandi lantai pertama. Setelah bayi lahir, saya bawa ke kamar mandi lantai kedua untuk diletakkan di mesin cuci. Kalau di lantai pertama kan banyak teman kerja.

Anda langsung meletakkan bayi ke dalam mesin cuci begitu saja?

Saya bungkus pakai kantong plastik dan kain, baru dimasukkan ke mesin cuci.

Mesin Cuci dihidupkan?

Tidak, karena hanya ingin meletakkan (bayi) saja.

Bagaimana rekan kerja Anda mengetahui ada bayi di dalam mesin cuci?

Ada suara bayi nangis, jadi ketahuan.

Anda sudah pernah berkeluarga?

Pernah, tapi sudah cerai tujuh tahun lalu.

Anak ada berapa?

Anak ada dua.

Apakah Anda menyesali perbuatan Anda?

Saya menyesal. (agung/Tribun Sumsel/ard/cr8/mad)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved