UMP Sulut 2020

Plus Minus UMP SULUT 2020, UMP Cukup Tinggi tapi tidak Sebanding dengan Produktifitas Kerja

Kenaikan UMP 8 persen mau tidak mau harus diikuti oleh pengusaha, hal ini dikatakan, Pengusaha Ivanry Matu, Sabtu (2/11/2019).

Plus Minus UMP SULUT 2020, UMP Cukup Tinggi tapi tidak Sebanding dengan Produktifitas Kerja
Istimewa
Plus Minus UMP 2020 SULUT, UMP Cukup Tinggi tapi tidak Sebanding dengan Produktifitas Kerja 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan UMP 8 persen mau tidak mau harus diikuti oleh pengusaha, hal ini dikatakan, Pengusaha Ivanry Matu, Sabtu (2/11/2019).

Tetapi menurutnya, di sisi lain kualitas pekerja kita masih sangat di bawah standar, apalagi di sektor jasa layanan, Masih banyak keluhan, belum terampil, banyak sekali minta ijin dengan alasan yang tidak jelas.

"Entah ilmu apa lagi yang mau dipakai untuk trainning ke karyawan, karena mungkin karakter dan kultur yang sudah mengakar itu agak sulit untuk di robah, perlu strategi ekstra, karena kadang juga sikap baik pemilik usaha terhadap karyawan saling di anggap lain karena itu muncul istilah “kase hati mau jantung” kata dia.

Kenaikan UMP setiap tahun pasti akan naik, itu sudah perintah UU, dan ini menjadi semacam beban warisan karena akan naik terus, padahal bagi usaha yang bergerak di sektor layanan dan padat karya akan semakin sulit.

Contoh seperti rumah makan di era saat ini dengan layanan pesan online kini muncul dapur-dapur yang tidak terlihat (ghost kitchen), mereka Jual online buka bisnis dari rumah, ada yang hanya pekerjakan 2-3 orang tapi omsetnya cukup besar.

"Hebatnya lagi mereka usaha rumahan yang tidak perlu sewa tempat,dll. Hal ini tentu menjadikan biaya operasional kecil dan pasti harga jual juga murah, dalam hal bayar Pajak juga mereka belum terpantau," ujarnya.

Dibandingkan dengan rumah makan offline dengan biaya Operasional yang sangat besar, perijinan dan biaya investasi, terkadang tidak lagi menutupi, artinya secara hitung-hitungan bisnis tidak layak lagi.

Sementara UMP terus naik, nah kondisi Yang terus menerus seperti itu dibutuhkan strategi mumpuni dan pastinya ada penambahan biaya dan ongkos stretegi promosi agar usaha tidak tutup.

"Karena jika usaha tutup akan menimbulkan dampak Yang lain juga, seperti pengangguran dan dampak sosial kemasyarakatan lainnya," ujarnya.

Sebenarnya hal yang baik ketika UMP naik karena akan meningkatkan pendapatan karyawan dan harapannya meningkatkan daya beli, tapi harus dilihat juga bahwa gaji yang di terima untuk belanja di sektor riil bukan untuk bayar hutang, atau belanja pelesir ke luar Daerah.

Intinya uang harus berputar di daerah agar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah karena akan percuma juga UMP tinggi tapi pertumbuhan ekonomi tidak naik ini kurang Bagus untuk fundamental ekonomi Daerah, semua sektor akan terdampak jika pertumbuhan ekonomi tidak bagus, apalagi orang manado itu cukup boros dan suka berhutang.

"Jadi kenaikan UMP harus dilihat secara cermat dengan menganalisa banyak hal dan dampak secara menyeluruh, tidak masalah UMP naik tapi harus dipikirkan juga pertumbuhan ekonomi harus naik secara bersamaan mengikuti kurva normal antara pertumbuhan ekonomi dan pendapatan," ujar Matu.

Selain itu juga mungkin kualitas pekerja harus ada strata dan sertifikat kompetensi di semua bidang perlu difasilitasi dinas terkait misalnya Disnaker atau lembaga yang kompeten.(fer)

Prabowo-Puan Lawan Kubu Anies: Gerindra-PDIP Makin Lengket

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved