Prabowo-Puan Lawan Kubu Anies: Gerindra-PDIP Makin Lengket

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pangi Syawri Chaniago mengatakan meski kemesraan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Instagram/puanmaharaniri
Puan Maharani foto selfie bersama ibunya, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pangi Syawri Chaniago mengatakan meski kemesraan antara Partai Gerindra dengan PDIP saat ini cukup lengket, namun polarisasi di akar rumput akan tetap terjadi.

Ikan Tongkol, Ekor Kuning, dan Kakap Batu di Pasar Ini Mengalami Penurunan Harga

Jadi kedekatan Gerindra dan PDIP juga tidak menutup kemungkinan bakal mencalonkan Prabowo dengan kader PDIP.

”Bukan tidak mungkin nanti PDIP dan Gerindra bakal berkoalisi pada Pilpres 2024, pasangan Prabowo-Puan (Maharani) melawan poros Nasdem yang mengusung Anies Baswedan,” tuturnya.

“Yang jelas Pilpres 2024 tidak ada incumbent, maka partai politik di tahun 2022 sudah mulai merancang desain arsitektur poros koalisi yang ideal dan menyiapkan calon yang bakal dimainkan,” tutupnya.

“Politik itu sangat dinamis, namun sepertinya keterbelahan publik masih sangat tinggi di akar rumput, walaupun Prabowo sudah satu piring dan satu selimut dengan Jokowi tetap saja mereka menjadi pemilih anti tesis Jokowi,” katanya kepada Okezone, Minggu (3/11/2019).

Jadi menurutnya, yang tadinya pendukung Prabowo tidak otomatis akan mendukung Prabowo kembali. Dalam kondisi seperti ini bakal ada partai yang menyatakan oposisi bakal merangkul dan memanfaatkan pemilih anti tesis dari pemerintahan saat ini.

Harga Sayur di Pasar Ini Relatif Stabil Jelang Hari Natal

“Sehingga pemilih Prabowo tidak otomatis serta merta ikut Prabowo. Nanti partai oposisi yang pintar memainkan dan membaca sintimen, mengerti salera, mengelola emosi publik, akan mendapatkan insentif elektoral, mendapat keberkahan apalagi nanti citra pemerintahan Jokowi redup, tidak moncer, maka oposisi bisa terang dan mendapatkan keuntungan secara electoral, bahkan pemilih militan Jokowi yang kemaren saja sudah banyak yang mulai resistensi dan mengkritik Jokowi,” ujarnya.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Djayadi Hanan menilai, manuver Nasdem yang kini merapat ke partai-partai oposisi pemerintah ada kaitannya dengan persiapan menuju Pilpres 2024.

Djayadi menduga, bukan tidak mungkin manuver ini berkaitan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disebut-sebut menjadi calon kuat presiden atau wakil presiden pada pemilu periode depan.

"Nasdem sepertinya melakukan manuver politik dan manuver politik itu saya kira terkait manajemen di koalisi juga terkait dengan tentu saja persiapan-persiapan menuju 2024," kata Djayadi di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (3/11/2019).

"Dan kita tahu Anies Baswedan adalah salah satu calon presiden atau calon wakil presiden, pokoknya calon pemimpin nasional untuk 2024, jadi mau tidak mau kita harus membacanya ke arah sana," kata dia lagi.

Menurut Djayadi, wajar jika partai-partai politik saat ini mulai ancang-ancang untuk Pilpres 2024. Sebab, Joko Widodo yang sudah duduk sebagai presiden dua periode dipastikan tidak maju kembali pada pilpres periode depan.

Berat Badan Turun Drastis, Waspada Kanker Usus Besar

Oleh karenanya, bisa dipastikan muncul figur baru yang potensinya sudah mulai dipetakan dari sekarang. Bukan tidak mungkin partai-partai politik pun mulai merapat ke sosok potensial tersebut sejak sekarang ini.

"Tidak mudah itu siapa kira-kira yang akan jadi pemimpin nasional baru itu. Memang ada potensinya adalah salah satu yang berpotensi itu Anies Baswedan yang cukup dianggap bisa memberikan imbangan terhadap citra dan narasi kepemimpinan Pak Jokowi selama ini," kata Djayadi.

Sejak pemilihan presiden 2014 lalu, Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) masuk dalam koalisi Indonesia Kerja untuk memenangkan Jokowi.

Dukungan itu pun berlanjut hingga Pemilihan Presiden 2019. Namun, keharmonisan hubungan Nasdem dengan partai koalisi kini mulai menjadi sorotan.

Salah satunya ketika partai Nasdem melempar sinyal untuk bersiap menjadi oposisi Pada bulan Juli 2019 lalu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut partainya membuka peluang untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Calon Presiden di tahun 2024 mendatang.

Menurut dia, Anies adalah sosok yang tak hanya dibutuhkan oleh warga Jakarta, tapi juga bangsa Indonesia. (Tribun/okz/kps)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved