Lifestyle
Diet Jus Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Waspada!
Apakah diet yang terdiri dari banyak jus ini punya efek berkelanjutan dalam jangka panjang? Ini efek negatifnya
TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak orang yang mulai melakukan diet dengan jus untuk detoks tubuh dan jalan pintas menurunkan berat badan.
Namun efek jus detoks bisa lebih dari sekedar penurunan berat badan, hati-hati.
Jus adalah proses mengekstraksi cairan dari buah dan sayuran utuh.
Jus dapat diperas dengan tangan atau dengan juicer untuk mengeluarkan vitamin, mineral, dan antioksidan yang ada di dalam buah dan sayur.
• 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Dunia Barat, Bisa Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit
• 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan
• 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh
Para pendukung diet dengan jus percaya jus adalah sumber buah dan sayuran yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Ini adalah cara mudah untuk melengkapi pola makan rendah nutrisi.
Sebuah studi mengatakan, bahwa konsumsi campuran jus buah dan sayuran selama 14 minggu penuh meningkatkan vitamin C, E, B, selenium dan folat.
Pertanyaannya adalah, apakah diet yang terdiri dari banyak jus ini punya efek berkelanjutan dalam jangka panjang?
Dalam hal berdampak pada keseluruhan pengurangan penyakit kronis, seperti kanker, penyakit Alzheimer, dan masalah kardiovaskular, hingga kini buktinya masih terbatas.
Berikut adalah beberapa kekhawatiran tentang konsekuensi negatif dari jus.
Diet jus memiliki kandungan gula tinggi
Fruktosa, gula alami, lebih banyak terdapat dalam buah daripada sayuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-jus_20171205_115447.jpg)