Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menag Usul Berdoa di Masjid Gunakan Bahasa Indonesia

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, doa dalam bahasa Indonesia harus disisipkan oleh seorang khatib dan imam

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Istimewa/ via Warta Kota
Menteri Agama Fachrul Razi memberikan ceramah di Masjid Istiqlal, Jumat (01/11/19) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, doa dalam bahasa Indonesia harus disisipkan oleh seorang khatib dan imam masjid saat memberikan ceramah. "Harus ada (doa bahasa Indonesia)," kata Fachrul saat menjadi khatib di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (1/11).

Fachrul berpandangan tak semua masyarakat Indonesia dapat memahami bahasa Arab. Karena itu perlu disesuaikan, doa berbahasa Arab yang disisipkan artinya dalam bahasa Indonesia.

Olly Tetapkan UMP Sulut: Begini Besaran Kenaikannya

"Kadang kalau semua bahasa Arab saling ngajak melakukan Islam damai disampaikan bahasa Arab belum tentu orang paham. Jadi kita gabung (bahasa Arab dan bahasa Indonesia)," tutur Fachrul.

Hari ini, Fachrul berkhotbah di Masjid Istiqlal Jakarta. Fachrul mengenakan baju koko putih, dengan kopiah hitam. Ia mengawali khotbah dengan mengajak umat untuk meningkatkan iman dan taqwa.

"Khatib ingin mengajak kita semua untuk meningkatkan iman dan taqwa agar mendekatkan kita kepada Allah SWT," ujarnya.

Fachrul berkhotbah tentang Allah SWT yang menciptakan umat manusia dalam keadaan berbeda-beda. Fachrul berujar, dengan perbedaan itu, Allah mengenalkan pada umat untuk bersatu dan tak bercerai berai.

"Hubungan satu dan lainnya, Allah menciptakan manusia berbeda-beda agar saling mengenal agar bersatu tak terpecah belah," tutur Fachrul.

Fachrul mengatakan, antarumat beragama harus belajar bertoleransi satu sama lain. "Ini lah tempat kita belajar bertoleransi dengan satu yang lainnya agar tak terpecah belah," tutur Fachrul.

Dulu Prabowo Sebut Sri Mulyani sebagai Menteri Pencetak Uang, Kini Berkata Baik-baik pada Ibu Ini

Fachrul menyampaikan kunci penyelesaian masalah hingga pemimpin yang adil. Di atas mimbar, Fachrul menyampaikan bahwa Islam memberi pelajaran bagi para pemimpin untuk berbuat adil.

Karena, terciptanya keadilan di tengah masyarakat akan berdampak pada kemudahan untuk menghadirkan persatuan. Begitu pun sebaliknya.

"Islam juga memberi pelajaran kepada para pemimpin. Kalau pemimpin tidak adil maka rakyatnya tidak bahagia. Kalau tidak bahagia maka tidak mungkin bisa diajak bersatu," kata Fachrul dalam tausiahnya.

Lalu Fachrul, mengutip surat An-Nisa' ayat 58 yang menjelaskan tentang petunjuk bagi para pemimpin. Disampaikan, jika seorang pemimpin diberi amanah, maka ia hendaknya berlaku adil.

"Pesan-Nya kepada pemimpin adalah bila kau diberi amanah, maka kau hendaknya berlaku adil. Bila kau menetapkan hukum di antara manusia, kau harus menetapkan hukum dengan seadil-adilnya," jelasnya.

Seringkali, lanjut dia, orang melakukan kejahatan diruang sepi dan tertutup dengan harapan KPK atau aparat penegak hukum lainnya tidak tahu. Namun mereka lupa bahwa Tuhan punya sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat.

"Acap kali orang melakukan kejahatan diruang sepi dan tertutup, mungkin diharapkannya, mohon maaf, KPK tidak lihat. Atau aparat hukum tidak lihat," ujar Fachrul.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved