Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi Minta Menko Luhut Kurangi Impor BBM

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Screenshot Kompas TV
BREAKING NEWS: Daftar Menteri Jokowi, Tito Karnavian Mendagri, Mahfud MD Menko Polhukam 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, khususnya bahan bakar minyak.

Jokowi juga menginstruksikan Luhut membuat terobosan untuk menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Kemenpan-RB Hapus Eselon III dan IV

"Khususnya impor BBM yang memberikan dampak sangat besar terhadap defisit neraca dagang atau defisit neraca berjalan kita," ujar Jokowi saat rapat terbatas penyampaian program dan kegiatan di bidang kemaritiman dan investasi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10).

Presiden meminta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Tujuannya adalah mempercepat implementasi energi baru terbarukan.

Terkait investasi, Joko Widodo menginginkan investasi difokuskan ke bidang-bidang tertentu. Jokowi tidak ingin investasi dikejar ke semua bidang. Jokowi khawatir investasi menjadi tidak fokus dan banyak investasi yang luput.

Jokowi mencontohkan proyek di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek di sana bisa menjadi contoh proyek memproduksi barang mentah yang selama ini diekspor oleh pemerintah, yaitu bauksit.

Jokowi juga meminta jajaran menterinya mencari industri yang bisa memproduksi barang-barang pengganti impor di dalam negeri. Dia menyebutkan contohnya yaitu petrokimia dan kilang minyak.

"Pokoknya betul-betul dikawal agar kita bisa mengejar defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan," kata Jokowi.

Presiden meminta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju bekerja secara maksimal untuk menghadapi resesi ekonomi global. Hal ini dia sampaikan dalam rapat terbatas penyampaian program dan kegiatan di bidang perekonomian.

Menurut Jokowi, mengacu pada kondisi ekonomi global dalam lima tahun terakhir dan perkiraan-perkiraan lembaga internasional, tahun depan perekonomian global akan memasuki sebuah situasi yang lebih sulit, bahkan menuju resesi.

Calon Kapolri dan Istri Terdiam, DPR: Istri Jangan Sampai Bintang Empat Setengah

Oleh karena itu, Jokowi mengatakan sudah sepatutnya pemerintah, melalui kementerian maupun lembaga, melakukan antisipasi. Caranya adalah meningkatkan ekspor dan substitusi barang-barang impor.

Untuk menggenjot ekspor dan investasi, Jokowi melihat perlunya pemangkasan berbagai regulasi yang selama ini menjadi penghambat dalam menerbitkan omnibus law. Jika ada regulasi di bidang perekonomian yang menghambat investasi dan ekspor, maka pemerintah akan merencanakan penerbitan Omnibus Law.

Tugas untuk Agus dan Retno

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo. Mereka harus menyelesaikan tim untuk perjanjian perdagangan luar negeri hingga akhir 2020. Jokowi minta perjanjian perdagangan luar negeri harus terus dilakukan tanpa henti.

Jokowi mengatakan pemerintah telah menyelesaikan kerja sama dagang dengan Australia melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Menurut Jokowi kesepakatan seperti itu harus dilanjutkan ke negara lain.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved