Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MotoGP

Cerita Marc Marquez Tentang Dirinya yang Akan Disantet Oleh Legenda MotoGP

Seri ke-17 MotoGP 2019 di Sirkuit Phillip Island, Australia, diwarnai dengan penampilan perkasa Marc Marquez, 27 Oktober 2019.

Editor: Rizali Posumah
Istagram
Marc Marquez 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seri ke-17 MotoGP 2019 di Sirkuit Phillip Island, Australia, diwarnai dengan penampilan perkasa Marc Marquez, 27 Oktober 2019.

Marquez tetap mampu menunjukan kualitasnya sebagai juara dunia, kendati tidak mengawali balapan yang berlangsung selama 27 putaran tersebut dari urutan terdepan.

Ia berhasil menyalip pembalap tercepat di seri itu, Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha), dengan terlebih dulu perlahan-lahan melibas para pembalap yang ada di depan.

Saat balapan memasuki putaran terakhir, Marc Marquez memanfaatkan keunggulan top speed motorya guna menyalip Vinales di tikungan 1 pada lap terakhir.

Rider berjulukan The Baby Alien tersebut meraih kemenangan ke-11 pada musim ini yang membuatnya kian perkasa sebagai pemuncak klasemen.

Kemenangan pada seri MotoGP Australia 2019 lalu merupakan kemenangan yang ke-55 bagi Marc Marquez selama berkiprah di kelas utama.

Jumlah tersebut membawanya mampu mematahkan rekor milik Mick Doohan sebagai pembalap yang meraih kemenangan terbanyak ketiga di kelas 500cc/MotoGP.

Kronologi Kekalahan Persebaya hingga Oknum Bonek Ricuh dan Lakukan Pembakaran

Prestasi Marquez itu pun mencuri banyak perhatian, salah satunya datang dari Giacomo Agostini yang merupakan legenda balap MotoGP dengan raihan gelar juara dunia terbanyak.

Menurut pengakuan Marquez, Agostini yang hadir langsung menyaksikan aksinya di Phillip Island berkelakar akan menggunakan ilmu hitam agar tidak memecahkan rekornya.

"Saya mempunyai hubungan yang baik dengan Giacomo Agostini," kata Marc Marquez, dilansir BolaSport.com dari Marca.

"Dia datang menemui saya, kami pun berbicara sejenak dan dia berkata akan memulai ritual vodoo-nya (santet, red)," sambung rekan satu tim Jorge Lorenzo itu.

Marc Marquez sendiri mengakui bahwa delapan gelar juara dunia miliknya masih kalah dari koleksi sang legenda yang jumlahnya hampir dua kali lipat (15 gelar).

Terlepas dari kejar-kejaran rekor itu, pembalap yang identik dengan nomor 93 membeberkan bahwa Agostini sudah menganggapnya seperti putra sendiri.

"Saya lalu berkata kepadanya, untuk apa melakukan itu, jika Anda mempunyai jumlah gelar juara dua kali lipat lebih banyak dari saya, Anda adalah seorang legenda," ucap Marquez.

"Ketika saya masih berada di kelas Moto2, dia mengatakan dan memperlakukan saya seperti saya adalah putranya dan hubungan baik kami pun tetap terjaga," pungkasnya.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved