Dua Istri Baghdadi Pakai Rompi Bom: Trump Benarkan Pemimpin ISIS Tewas
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi tewas setelah operasi militer
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Trump menambahkan al-Baghdadi adalah orang terakhir yang keluar dari kompleks persembunyiannya. Dikatakan, 15 menit setelah kematian al-Baghdadi, langsung dilakukan tes di lokasi untuk memastikan jati diri korban.
• Adrian Paruntu Buka Grup FB Suara Rakyat Untuk AJP untuk Serap Aspirasi Warga Sulut
Mark Esper menambahkan pasukan AS berusaha membuat al-Baghdadi menyerah tetapi buron itu malah bunuh diri. "Kami mencoba memanggilnya keluar dan memintanya untuk menyerahkan diri. Dia menolak. Dia kabur ke lorong bawah tanah. Dalam proses mengeluarkan dia, al-Baghdadi meledakkan rompi bunuh diri," kata Esper.
Menurutnya, para pejabat AS memberikan opsi kepada Presiden Trump pada pekan lalu. "Presiden kemudian mengambil keputusan. Ia (Trump) mengajukan beberapa pertanyaan besar, memilih opsi yang kami pikir memberi kami probabilitas keberhasilan tertinggi dan konfirmasi bahwa pemimpin ISIS akan ada di sana dan ditangkap atau terbunuh, "kata Esper
Esper juga mengatakan ada dua tentara AS yang mengalami luka ringan dalam operasi itu. "Kami memiliki dua korban kecil, tentara kami mengalami luka ringan. Mereka sudah kembali bertugas," katanya.
Dan Scavino, Direktur Media Sosial Gedung Putih, mengunggah di sosial media foto Presiden Trump ketika berada di Situation Room. Di ruang itu ia menonton jalannya operasi penggerebekan al-Baghdadi di Suriah.
Dalam foto itu tampak Presiden Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence, Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, Menteri Pertahanan Mark Esper, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark A Milley, dan Brigadir Jenderal Marcus Evans, Wakil Direktur Operasi Khusus untuk Staf Gabungan.
"Sabtu, 26 Oktober 2019, di Situation Room Gedung Putih, memantau perkembangan ketika pasukan operasi khusus AS mendekati persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi di Suriah, dengan misi untuk membunuh atau menangkap teroris, "tulis Scavino. (cnn/feb/AP/Anadolu/Newsweek/mal/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/donald-trump-121212.jpg)