VIVA Akan Tiru Bisnis Walt Disney Studios: BEI Dekati Lima BUMN Agar IPO 2020

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target 76 pencatatan efek baru dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan

VIVA Akan Tiru Bisnis Walt Disney Studios: BEI Dekati Lima BUMN Agar IPO 2020
tribunnews
Awasi pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target 76 pencatatan efek baru dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2020. Target ini tak jauh dari target tahun ini yaitu 75 pencatatan efek baru.

Pencatatan efek baru ini tak hanya saham, tetapi juga obligasi korporasi dan kontrak investasi kolektif (KIK), baik efek beragun aset (EBA), exchange traded fund (ETF), dana investasi real estate (DIRE), serta dana investasi infrastruktur (Dinfra).

Bank Central Asia Jaring Penawaran Investor di Atas Rp 1 Triliun

Dari target baru itu, BEI menyebut, paling tidak ada lima BUMN yang akan menggelar initial public offering (IPO) tahun depan. "Kami tengah melakukan pendekatan dengan BUMN, siapa pun menterinya kami lakukan pendekatan," kata Inarno Djajadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/10).

Inarno belum mau menyebut BUMN yang akan IPO. Sebagai informasi, pada tahun ini, belum ada BUMN yang mencalonkan diri untuk melaksanakan IPO.

Untuk mencapai target 2020, BEI sudah menyiapkan beberapa strategi. Antara lain sosialisasi, workshop dan one-on-one meeting dengan perusahaan potensial. BEI juga mengembangkan regulasi dan sistem yang mendukung kemudahan pencatatan efek. Inarno optimistis mencapai target tersebut.

Masih diburu

Tahun ini, BEI sudah menggolkan 42 IPO. Dalam pipeline, masih ada 35 calon emiten yang akan melakukan penjualan saham perdana hingga akhir tahun. "Dengan asumsi mengedepankan sisi kualitas, kemungkinan ada sekitar 30 perusahaan baru yang akan tercatat," kata Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna. Dia berharap, jumlah IPO hingga tutup tahun ini bisa menembus 57.

Wahyu Cium Tangan Megawati: Prabowo Dua Kali Berbisik ke Trenggono

Kendati iming-iming emiten lima BUMN ikut melantai di bursa tahun depan cukup menggiurkan, Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, investor tetap memburu IPO di sisa tahun ini. "Mereka tetap memanfaatkan tren jangka pendek sambil menunggu IPO BUMN," kata dia.

Apabila sepanjang perjalanan nanti kinerja emiten BUMN terkoreksi, bukan tidak mungkin, investor kehilangan minat untuk membeli saham IPO tersebut.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menambahkan, investor tidak akan ragu membeli saham IPO bila valuasi harga saham murah. Apalagi jika fundamentalnya baik.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved