Lifestyle
Benarkah Kurang Tidur Bisa Picu Nafsu Makan Berlebih? Berikut Penjelasan Ahli
Kurang tidur akan membuat seseorang kurang terpuaskan setelah makan, dan memengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme lemak
TRIBUNMANADO.CO.ID - Waktu yang kita habiskan untuk tidur di malam hari berpengaruh terhadap hormon dan metabolisme tubuh, menurut studi ilmiah.
Sebuah jurnal terbaru yang diterbitkan pada the Journal of Lipid Research menemukan penjelasan lebih rinci.
Disebutkan, kurang tidur akan membuat seseorang kurang terpuaskan setelah makan, dan memengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme lemak.
Kondisi ini memicu munculnya nafsu makan berlebih, dan berujung pada kenaikan berat badan.
Baca: 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Dunia Barat, Bisa Mencegah dan Mengobati Berbagai Penyakit
Baca: 10 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, dari Sauna Hingga Konsumsi Kacang-kacangan
Baca: 10 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula dan Susu, Bersihkan Perut Hingga Antioksidan Bagi Tubuh
Studi kecil tersebut melibatkan 15 pria sehat usia 20 tahunan. Kebiasaan tidur mereka diteliti dalam laboratorium tidur selama 10 malam.
Pada lima hari di antaranya, mereka diminta untuk tetap terbangun di malam hari, hingga waktu tidur mereka tidak lebih dari lima jam.
Sementara, pada lima hari sisanya, mereka bisa tidur normal.
Setelah pembatasan tidur selama empat hari, para peneliti memberikan makanan pada partisipan.
Makanan yang terdiri dari mac and cheese pedas tinggi kalori dan lemak, diberikan pada larut malam.
Namun, pada periode ketika partisipan tidur lebih lama, mereka juga diberikan makanan tinggi lemak sebelum tidur.
Meski tipe makanan yang mereka makan mempunyai kandungan lemak yang sama, partisipan dilaporkan merasa kurang kenyang pada malam ketika mereka kurang tidur.
Ketika para peneliti melihat sampel-sampel darah di masa studi, mereka juga menemukan bahwa tubuh para partisipan cenderung lebih lamban dalam membersihkan lemak dari aliran darah.
Kondisi ini juga dikenal dengan istilah lipid itu dibandingkan dengan hari-hari ketika mereka tidur lebih lama.
Kondisi ini menjadi masalah. Sebab, jumlah lipid berlebih bisa menyebabkan penimbunan lemak pada dinding arteri.
Selain itu, keadaan ini pun meningkatkan risiko penyakit jantung dan mendorong penyimpanan lemak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi_20180925_152348.jpg)