Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hanum Rais Urus Anak Sakit Demam

Putri Amien Rais, Hanum Rais masih belum bisa dimintai tanggapan dan komentarnya terkait pelaporan dirinya ke kepolisian

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribun solo
Hanum Rais 

Disinggung adanya sanksi bagi Hanum jika terbukti ada pelanggaran, Suharwanta menegaskan pihaknya tidak bisa berandai-andai. Pihaknya menunggu proses hukum dalam penanganan kasus tersebut.

“Tidak ada hubungan (dengan) kedewanan. (Jadi) jangan berandai-andai, tunggu prosesnya,” tegasnya.

PAN menurut Suharwanta tidak memiliki aturan tertulis mengenai cuitan dan juga perilaku dalam media sosial. Dia mengembalikan hak berpendapat ini sebagai hak setiap warga negara, untuk itu maka setiap kader partai memang dituntut untuk dewasa dalam mensikapi.

“Belum punya kebijakan apapun, tetapi kader tahulah batas-batas yang dilakukan sebagai warga negara. Semua kami anggap dewasa. Semoga (kasus ini) mendewasakan kita semua, itu saja,” ujarnya.

Disinggung terkait dengan penurunan elektabilitas partai, Suharwanta juga sedikit berkomentar. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pendapat atau arah yang merugikan partai. Hal ini karena pihak partainya belum membaca secara keseluruhan hubungan kasus ini dengan popularitas atau elektabilitas.

“Belum ada survei atau jajak pendapat. Kalau resonansi ada, tetapi merugikan partai atau tidak belum sampai ke sana,” jelasnya.

Disindir

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto membantah keras tudingan bahwa peristiwa penyerangan kepada Wiranto adalah sebuah rekayasa. Hasto kemudian menyindir putri mantan Ketua MPR RI, Amien Rais yaitu Hanum Rais.

“Masyarakat tahu lah situasi sebenarnya, hanya Hanum Rais yang tidak percaya,” tegas Hasto.

Menurutnya, serangan kepada Wiranto merupakan ancaman serius terhadap simbol negara karena posisi Wiranto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Sehingga harus ditindak tegas oleh negara.

“Pak Wiranto adalah simbol dari politik, hukum, dan keamanan negara ini, sehingga serangan kepada simbol tersebut menjadi ‘national warning’ bagi kita semua. Negara harus memastikan keamanan pejabat dan masyarakat, dan kami yakin presiden bersama aparat akan menindak tegas kelompok yang secara nyata melakukan penyerangan kepada simbol negara tersebut,” tegas Hasto.

Hasto sendiri menjelaskan bahwa saat ini kondisi Wiranto membaik dan sedang menjalani latihan berjalan setelah menjalani operasi potong usus halus sepanjang 40 cm pada Kamis (10/10) lalu. Menurutnya fisik Wiranto yang kuat sebagai purnawirawan TNI mendukung pemulihan yang cepat.

Hasto sendiri mengaku diutus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menjenguk Wiranto. “Ibu Megawati kebetulan masih Bali menugaskan saya dan Mbak Puan Maharani untuk menengok Pak Wiranto dan alhamdulillah kondisi beliau membaik. Ibu Mega ingin terus memonitor kondisi Pak Wiranto, dan tadi saya juga sudah sampaikan salam dari Ibu Mega untuk beliau,” ungkap Hasto. (Tribun Network/ais/zal/wly)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved