Prediksi: IHSG dan Rupiah Menanti Hasil Perundingan Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah. Kamis (10/10), IHSG tekoreksi tipis 0,09% ke 6.023,64.

Prediksi: IHSG dan Rupiah Menanti Hasil Perundingan Dagang
kompas.com
IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah. Kamis (10/10), IHSG tekoreksi tipis 0,09% ke 6.023,64. Transaksi asing masih didominasi aksi jual bersih senilai Rp 565,34 miliar.

Baca: Selaras Citra Ekspor Perdana ke Amerika

Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi dan analis Indo Premier Sekuritas menyebut, pergerakan IHSG terpapar negosiasi perdagangan antara AS dan China. Terbaru, Gedung Putih disebut mempertimbangkan perjanjian mata uang dengan China.

Selain faktor tersebut, kondisi dalam negeri yang tidak kondusif pasca Menko Polhukam Wiranto mengalami insiden saat berkunjung ke Banten memancing kekhawatiran investor.

Hari ini, Mino dan Lanjar memperkirakan, pelaku pasar masih bakal fokus mengamati negosiasi China dan AS. Tidak hanya di China, ketegangan perang dagang juga merambah ke Eropa. "Para investor gugup dan mencoba mencerna segala laporan semasa durasi pembicaraan perdagangan AS-China." ujar Lanjar, kemarin.

Mino memperkirakan hari ini IHSG akan melemah dan bergerak antara 5.985-6.055. Tapi Lanjar memprediksi IHSG menguat dan akan bergerak dengan kisaran 6.000-6.088, terlihat dari stochastic di zona oversold dengan pola golden cross.

Baca: Novel Bamukmin Berseragam Advokat Penuhi Pemeriksaan Polisi

Prediksi Rupiah: Menanti Hasil Perundingan Dagang

Tekanan pada dollar Amerika Serikat (AS) berhasil dimanfaatkan rupiah untuk berbalik arah. Kemarin, kurs rupiah di pasar spot menguat 0,16% menjadi Rp 14.150 per dollar AS. Setali tiga uang, kurs tengah rupiah Bank Indonesia menanjak 0,18% ke Rp 14.157 per dollar AS.

Posisi the greenback memang sedang dalam tekanan karena risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 17-18 September lalu menyebut volatilitas di pasar uang Negeri Paman Sam memburuk. Ini sempat membuat The Federal Reserve meningkatkan jumlah uang beredar di pasar uang AS.

Mata uang rupiah
Mata uang rupiah (kontan.co.id)

Selain itu, Gubernur The Fed Jerome Powell kembali membuat pernyataan pihaknya membuka peluang pemangkasan suku bunga lanjutan. Ini menjadi angin segar bagi mata uang lainnya.

"Dari hasil risalah, para analis memperkirakan The Fed memberi sinyal kuat untuk menurunkan suku bunga acuan lebih cepat, yakni pada pertemuan FOMC di 29-30 Oktober mendatang," kata Analis Garuda Berjangka Ibrahim, kemarin.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, keberhasilan yuan menguat atas dollar AS akhirnya menjadi sentimen positif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.

Baca: Intelijen Tuding Jaringan JAD Bekasi

Pergerakan rupiah hari ini sangat bergantung pada hasil pertemuan dagang antara AS dan China yang dilaksanakan pada 10-11 Oktober di Washington DC. Sebenarnya pelaku pasar optimistis perundingan dagang tersebut bisa berjalan mulus dan menghasilkan kesepakatan positif. Hal ini membuat yuan serta mata uang di kawasan Asia kembali melaju saat berhadapan dengan the greenback.

Selain itu, pergerakan mata uang Garuda juga akan dipengaruhi oleh angka inflasi AS periodee September. Jika inflasi AS di bawah hasil konsensus analis yang sebesar 0,1%, peluang rupiah untuk kembali menguat terbuka.

Karena itu, Josua menganalisa, kurs rupiah hari ini akan bergerak dalam kisaran Rp 14.125-Rp 14.200 per dollar AS. Sedangkan Ibrahim memperkirakan, mata uang Garuda akan bergerak dengan rentang pergerakan Rp 14.110-Rp 14.176 per dollar AS. (Yasmine Raudya Maghfira/Adrianus Octaviano/Intan Nirmala/Irene Sugiharti)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved