Pacu Kinerja, SDPC Akan Merilis Produk Sendiri    

Distributor produk farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk menempuh segala cara demi mengejar pertumbuhan bisnis

Pacu Kinerja, SDPC Akan Merilis Produk Sendiri      
kontan.co.id
Ilustrasi kinerja PT Millennium Pharmacon International Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Distributor produk farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk menempuh segala cara demi mengejar pertumbuhan bisnis pada tahun ini. Salah satunya dengan meluncurkan dua produk hingga sebelum tutup tahun 2019 nanti.

Baca: Prediksi: IHSG dan Rupiah Menanti Hasil Perundingan Dagang

Namun manajemen Millenium Pharmacon masih merahasiakan detail produk baru tersebut. Namun yang pasti, peluncuran produk baru mesti dibarengi dengan strategi promosi yang efektif.

"Dalam kondisi saat ini, iklan dan promosi harus selektif dan dipilih yang paling efektif karenanya penerimaan konsumen ditargetkan bertahap tetapi fokus dan berkelanjutan," ungkap Mohamad Muhazni bin Mukhtar, Direktur Utama PT Millennium Pharmacon International Tbk kepada KONTAN, Rabu (9/10).

Asal tahu, selama ini Millennium Pharmacon mendistribusikan aneka produk milik prinsipal yang menjadi mitra bisnis. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) 31 Juli 2019 lalu, mereka mengabarkan jalinan kerjasama distribusi baru dengan PT Orbit Capital dan PT Meniti Jalan Surga.

Sementara selama semester I 2019, Millenium Pharmacon membeli produk dari tiga perusahaan farmasi yang masing-masing bernilai 10% terhadap total pembelian. Ketiga perusahan meliputi PT Lapi Laboratories, PT Dipa Pharmalab Intersains dan PT Guardian Pharmatama. Total nilai pembelian dari ketiganya mencapai Rp 649,84 miliar.

Baca: Warsito Lantik Tiga Pimpinan DPRD Kotamobagu, Ini Pesan Wali Kota

Peluncuran produk baru adalah bagian dari ikhtiar Millennium Pharmacon mengejar kenaikan penjualan 20% year on year (yoy) pada tahun ini. Kalau realisasi penjualan bersih tahun lalu Rp 2,38 triliun, berarti target tahun ini setara dengan Rp 2,86 triliun.

Bisnis menantang

Selain itu, Millennium Pharmacon mengejar peningkatan performa bisnis dengan merenivasi gudang dan cabang serta menambah kendaraan. Perusahaan berkode saham SDPC di BEI tersebut juga memperkuat sistem informasi dan komputer dalam operasional bisnis.

Manajemen SDPC memperkirakan, agenda bisnis tahun ini akan menghabiskan  dana belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 10 miliar. Anggaran tersebut memang bisa dibilang tidak besar.

Namun langkah bisnis Millennium Pharmacon tahun ini tidak mudah. Mereka mengaku iklim bisnis sektor farmasi masih menantang. "Meskipun demikian, kami tetap terus melanjutkannya dengan hati-hati dan masih optimistis bahwa pencapaian sales itu tidak akan berjalan jauh dari target," tutur Muhazni.

Baca: Arteria Tuduh Emil Salim Dimanfaatkan

Millennium Pharmacon belum bersedia membeberkan capaian kuartal III 2019. Selama enam bulan pertama di tahun ini, penjualan bersihnya tumbuh 20,72% yoy menjadi Rp 1,34 triliun. Obat resep masih menjadi produk distribusi terbesar. Area pemasaran Jawa menyumbang catatan penjualan bersih hingga senilai Rp 857,18 miliar.

Namun bottom line Millennium Pharmacon menyusut. Laba tahun berjalan semester I tahun ini turun 31,12% yoy menjadi Rp 7,79 miliar.  (Agung Hidayat)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved