Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Arteria Tuduh Emil Salim Dimanfaatkan

Sikap anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, saat beradu argumen soal Perppu KPK dengan tokoh senior Emil Salim

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P Arteria Dahlan saat menjadi pembicara dalam diskusi Respublica Political Institute bertajuk Perppu Ormas dan Ancaman Radikalisme di Megawati Institute, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sikap anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, saat beradu argumen soal Perppu KPK dengan tokoh senior Emil Salim dalam program talkshow televisi "Mata Najwa", Rabu (9/10), menuai protes hingga hujatan dari netizen.

Banyak netizen geram dan menilai sikap Arteria tidak sopan. Bahkan, topik mengenai Arteria Dahlan sempat memuncaki trending topic di Twitter.

Baca: Intelijen Tuding Jaringan JAD Bekasi

Saat dihubungi pada Kamis (10/10) kemarin, Arteria Dahlan menyatakan tak mempermasalahkan sikapnya dinilai kurang sopan saat berdebat dengan Emil Salim sehingga menuai kritik pedas dari banyak pihak. "Tidak apa-apa, saya mewakafkan diri saya untuk menyatakan yang benar.

Walau terkesan tidak populer sekalipun. Sekarang yang dibahas bukan Perppu lagi, tapi sikap saya yang kurang sopan. Lah, kita ini belajar jujur dan menyatakan yang benar saja tidak berani," ujar Arteria.

Arteria malah menilai Emil Salim yang merupakan tokoh senior ini dimanfaatkan untuk berbicara terkait UU KPK hasil revisi DPR bersama pemerintah. "Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau," kata dia.

Arteria menjelaskan, dalam acara tersebut awalnya ia berdebat dengan sopan. Namun, ada yang merancang Emil yang tidak memiliki latar belakang hukum dan tak memahami materi revisi UU KPK berpendapat keliru dan menyerang DPR. Sementara, program acara tv itu ditonton oleh masyarkat luas.

"Sudah dicoba untuk diklarifikasi, tapi justru menyerang kehormatan (anggota DPR,-red). Tidak hanya menghina, bahkan menista kami, tapi juga institusi DPR. Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan di hadapan jutaan pemirsa Tv maupun suporter Najwa," ujarnya.

Emil Salim merupakan salah satu tokoh senior yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan untuk berbicara mengenai Undang-undang KPK hasil revisi.

Saat itu, Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto itu bersama sejumlah tokoh menyarankan Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perppu KPK atas UU KPK hasil revisi yang dinilai melemahkan lembaga anti-rasuah itu dan telah mengundang gelombang unjuk rasa.

Baca: Pengamat Politik Nasional Jeirry Sumampow: Fenomena Baru Sasar Pejabat Tinggi Negara

Namun, hingga saat ini Jokowi belum juga menerbitkan Perppu KPK.

Dalam acara talkshow televisi "Mata Najwa" yang tayang pada Rabu malam, 9 Oktober 2019, Arteria Dahlan berkali-kali bersuara tinggi saat berdebat dengan ekonom Emil Salim. Bahkan, politisi lulusan Ilmu Hukum Universitas Indonesia yang masih berusia 45 tahun itu menyebut pemikiran Emil Salim (89 tahun) sesat jika menyebut KPK telah membuat laporan pertanggungjawaban keuangan setiap tahun.

Video Arteria Dahlan dan Emil Salim diunggah di akun twitter Trans 7 dan menjadi viral. Sikap Arteria dalam acara "Mata Najwa" itu menuai protes dari netizen.

Bukan kali pertama sikap dan pernyataan Arteria Dahlan menuai kritik dan kegeraman. Pada April 2018, Arteria Dahlan pernah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) oleh pejabat Kementerian Agama karena melontarkan umpatan "bang**t" untuk pihak Kemenag terkait kasus penipuan biro penyelenggara haji dan umrah First Travel. Umpatan itu disampaikan Arteria saat rapat kerja Komisi III DPR bersama Jaksa Agung.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira tidak setuju jika sikap yang dilakukan oleh rekan separtainya itu kepada Emil Salim dinilai tidak sopan. Menurut Andreas, gaya bicara dan debat seorang Arteia Dahlan seperti itu. "Arteria Dahlan ya seperti itu orangnya, gaya bicaranya, gaya debatnya," ujar Andreas.

Menurut Andreas, sulit dihindari debat panas ketika Emil Salim masuk di dalam ruang debat publik yang egaliter. Apalagi berhadapan dengan seorang Arteria yang reaktif, frontal dan disertai argumenasi kuat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved