Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bamsoet Siapkan Pantun untuk Pelantikan Jokowi

Berbagai persiapan terus dilakukan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 20 Oktober 2019 mendatang.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
(ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Ketua MPR periode 2019-2024 Bambang Soesatyo (kiri) dan sembilan pimpinan MPR lainnya mengucapkan sumpah jabatan saat pelantikan di ruang rapat Paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Sidang Paripurna tersebut menetapkan Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR periode 2019-2024 dengan Wakil Ketua, Ahmad Basarah dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Muzani dari Fraksi Partai Gerindra, Lestari Moerdijat dari Fraksi Partai Nasdem, Jazilul Fawaid dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Syarief Hasan dari Fraksi Partai Demokrat, Zulkifli Hasan dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Hidayat Nur Wahid dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Arsul Sani dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan Fadel Muhammad dari Kelompok DPD di MPR. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Berbagai persiapan terus dilakukan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 20 Oktober 2019 mendatang. Ketua MPR Bambang Soesatyo yang akan memimpin langsung pelantikan Jokowi-Kiai Ma'ruf. Bahkan, Bamsoet sudah menyiapkan pantun yang akan dibacakan saat pelantikan nanti.

Baca: Calon Pengantin Rampok Bank Sehari Sebelum Pernikahannya

"Saya belum tahu, dinamika pelantikan nanti. Soal pantun, saya kan sering corat-coret. Spontan saja buatnya. Kadang-kadang ada saja. Lagi corat-coret, bikin pantun," kata Bamsoet, Rabu(9/10).

Ia juga bercerita, menulis pantun sering dilakukan saat melihat situasi sebuah acara. Ia mencontohkan bagaimana teks isi sambutannya kerap berubah.

"Kalaupun sudah malam bikinnya, tiba-tiba berubah, itu juga ada. Kan sering apa yang di-fotocopy dibagikan, dan yang saya bacakan beda. Jadi spontan saja," ucapnya.

"Kalau pantun kan gampang. A-A-A-A, B-B-B-B, A-B-A-B. Tinggal cari konteks," tambahnya.

Bambang juga mengatakan, menjelang pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2019, pimpinan MPR akan mengunjungi serta mengundang langsung mantan-mantan presiden seperti Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca: Anggaran Minim, Bawaslu Tolak Awasi Pilkada Boltim

Kemudian, MPR juga akan mendatangi pasangan kandidat Pilpres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Politikus Partai Golkar ini juga menyebut bahwa pelantikan Jokowi-Kiai Ma'ruf dimajukan. Sebelumnya akan dilakukan pada pukul 16.00 WIB menjadi 14.00 WIB. "Kita sepakat untuk mengusulkan nanti baik kepada kesekjenan, maupun protokol istana, baik juga kepada presiden untuk dilakukan jam 14.00," ujarnya.

Bamsoet menjelaskan, pelantikan presiden pada pukul 14.00 WIB melalui pertimbangan bahwa sebelumnya direncanakan pukul 16.00 WIB, tetapi berdekatan dengan jadwal salat Maghrib. Oleh karenanya, MPR memajukan ke pukul 14.00 WIB karena jadwal car free day dan masyarakat yang beribadah pada hari Minggu diperkirakan selesai sebelum pukul 12.00.

"Kenapa, karena car free day berakhir jam 11, kemudian ibadah juga bisa selesai jam 12.00-an jam 13, kita juga yang muslim selesai salat Zuhur, dan selesai upacara kita juga masih bisa salat Ashar," tuturnya.

Kondusif

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra menyatakan situasi keamanan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden masih kondusif. Ia mengatakan, terkait dengan mundurnya waktu pelantikan yang dijadwalkan dari pukul 16.00 WIB menjadi pukul 14.00 WIB masih beracuan pada pertimbangan yang disampaikan oleh MPR.

Baca: Herman Aray Sebut Pungli Dinasnya di Pasar 23 Maret Kotamobagu Fitnah

Terkait dengan rencana aksi unjuk rasa, ia mengatakan pihaknya terus melakukan imbauan. "Saya kira kita harus mempedomani pertimbangan yang disampaikan lembaga (MPR) bahwa pertama untuk menghormati saudara-saudara kita yang beribadah pada pagi hari. Kalau ancaman keamanan, sejauh ini masih kondusif," kata Asep.

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebut akan mengerahkan semua anggotanya dalam menjaga keamanan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. "Yang jelas, kami mengerahkan semua, jadi seluruh jajaran," ujar Andika.

Andika menjelaskan, semua anggota TNI AD nantinya dari semua kesatuan akan disebar ke sejumlah daerah, dengan tujuan menjaga keamanan.  "Kalau jumlah, hampir 100 persen kekuatan Angkatan Darat. Walaupun mereka tidak dijadikan stand by force, praktiknya semua fokus ke arah sana," ucap Andika.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved